Keliling Candi Muarojambi dengan Sepeda Ontel

Kompas.com - 04/09/2011, 15:03 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Tak hanya becak, sepeda ontel juga bisa dipakai untuk berkeliling komplek Candi Muarojambi di Jambi. Klub Betton yang beranggotakan pecinta sepeda tua ontel Jambi menawarkan sepeda koleksi mereka tersebut untuk menjadi kendaraan santai saat berwisata di Candi Muarojambi.

Objek wisata tersebut merupakan tempat wisata favorit warga kota Jambi di masa libur Lebaran.  "Komunitas kita ada yang menawarkan menawarkan jasa angkutan berwisata mengelilingi objek wisata komplek Candi Muarojambi sekitar 10 kilometer dari pusat kota Jambi, salah seorang koordinatornya Pak Anshar pemilik belasan unit sepeda ontel di komunitas kita," kata Syam (49) salah seorang anggota kumunitas Betton Jambi, Sabtu (3/9/2011).

Ia mengatakan Anshar sering menawarkan jasa rental wisata koleksi sepeda-sepeda ontel kepada para wisatawan di berbagai objek wisata di kota Jambi dan Muarojambi. Sepeda ontel tersebut unik dan menarik serta mengandung nilai sejarah. Harga sewanya bervariasi, antara Rp 5.000 hingga Rp 50.000 tergantung lama peminjaman oleh penyewa.

Biasanya rekan-rekan anggota klub yang lain juga ikut. Tetapi saat Lebaran seperti sekarang ini, hanya beberapa anggota klub saja yang terlibat karena sebagian besar anggota yang lain banyak yang mudik atau merayakan lebaran bersama keluarga mereka.

Dalam komplek percandian Muarojambi yang sangat luas tersebut para pengunjung dapat mengeliling objek-objek yang ingin dilihatnya. Terdapat puluhan candi peninggalan Budha pada masa Kerajaan Melayu lama sekitar abad VII Masehi. Wisatawan dapat berkeliling bersama keluarga dengan santai mengendarai sepeda-sepeda Ontel yang tersedia.

Selain sepeda ontel tersedia pula jenis angkutan lain seperti becak. Becak ini memang dikhususkan untuk angkutan pariwisata di komplek percandian tersebut. Becak-becak tersebut juga dihias sedemikian rupa sehingga terlihat sangat menarik, terutama bagi anak-anak. Apalagi dilengkapi pula dengan perangkat musik audio visual.

Sementara itu, untuk mencapai objek wisata komplek Candi Muarojambi tersebut dapat ditempuh dengan dua cara. Pertama dengan transportasi darat melalui Jembatan Aurduri. Kedua, melalui jalur sungai dengan kendaraan angkutan air yakni ketek.

"Bahkan kalau lewat Sungai Batanghari dari pelabuhan ketek di Angsoduo ada pihak dari Asita Jambi yang menyediakan paket wisata khusus," kata Syam.

Kota Jambi, memang tidak memiliki banyak tempat wisata. Sehingga semua objek wisata di kota ini selama musim liburan Lebaran ramai dikunjungi warga seperti Candi Muaro Jambi, Taman Kampoeng Radja, Taman Tanggo Radja, Kebun Binatang Taman Rimba, Taman Aci, dan Jembatan Batanghari II.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau