Piala dunia 2014

Bahrain Mewaspadai Tiga Pemain Depan Indonesia

Kompas.com - 05/09/2011, 02:51 WIB

Jakarta, Kompas - Pelatih tim nasional Bahrain, Peter Taylor, bakal menutup pergerakan tiga pemain depan Indonesia yang ia nilai berbahaya, yaitu Cristian Gonzales, Bambang Pamungkas, dan sayap kiri Muhammad Ridwan. Mantan pemain Tottenham Hotspur 1976- 1980 itu menilai, laga melawan Indonesia bakal berat, bahkan untuk meraih hasil imbang.

”Di Jordania, saya melihat beberapa pemain Indonesia yang tampil bagus, nomor 9 (Cristian) Gonzales, kapten tim (Bambang Pamungkas), dan nomor 22 (Muhammad Ridwan). Mereka bermain bagus malam itu, tetapi ada beberapa pemain bagus lainnya. Karena itu, ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujar Taylor yang dua kali membesut timnas Inggris U21, Minggu (4/9).

Berbekal pemantauan langsung pertandingan Indonesia di Jordania serta rekaman pertandingan melawan Iran, Peter Taylor sudah mengantongi strategi untuk meredam serangan tuan rumah.

”Saya melihat permainan Indonesia di Jordan dan mereka adalah tim yang bagus. Karena itu, kami akan menghadapi pertandingan yang berat Selasa nanti,” kata Taylor tegas.

Bahrain yang mengantongi satu poin dari laga 0-0 melawan Qatar juga mengincar nilai penuh untuk mengamankan posisi kedua. Laga melawan Indonesia merupakan peluang bagus bagi Bahrain untuk menggeser Qatar yang sama-sama memiliki nilai satu, dan akan menjalani laga berat melawan Iran.

”Kami datang lebih awal ke sini karena ada perbedaan zona waktu dan supaya bisa lebih baik mempersiapkan diri menjelang pertandingan,” ujar Taylor yang tiba di Jakarta bersama timnya Sabtu (3/9) malam.

Hasil imbang 0-0 di kandang saat menjamu Qatar dinilai oleh Taylor hasil yang bagus. Ia senang dengan permainan timnya yang masih mencari bentuk permainan yang padu.

”Kami membutuhkan permainan yang kompak dan padu. Saya pelatih baru di tim ini sehingga ada keterlambatan dalam memulai pelatihan,” ujar Taylor seusai memimpin latihan di Lapangan C Senayan.

Mengenai kesiapan tim, Taylor menegaskan, tidak ada pemain yang cedera parah. Satu pemain mengalami cedera ringan saat latihan Minggu sore dan lutut kirinya harus dikompres es.

Pada sesi latihan pertama Minggu sore, para pemain Bahrain berlatih tanding setengah lapangan. Mereka mematangkan koordinasi permainan melalui umpan-umpan pendek dan cepat. Penyelesaian akhir sering dilakukan melalui tembakan-tembakan keras dari jarak jauh. Pola penyelesaian akhir melalui sundulan kepala memanfaatkan umpan-umpan lambung juga menonjol dalam latihan itu.

Boaz siap tampil

Indonesia akan kembali diperkuat oleh penyerang Boaz Solossa, gelandang Ahmad Bustomi, dan bek tengah Ricardo Salampessy. Mereka sudah berada di Jakarta dan akan bergabung dengan timnas di Hotel Sultan.

”Boaz semalam sudah berada di Jakarta dan akan bergabung dengan timnas,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal PSSI Tondo Widodo.

Keberadaan tiga pemain inti itu sangat dibutuhkan untuk memperkuat skuad yang kehilangan Muhammad Ilham dan Zulkifli Syukur karena akumulasi kartu kuning. (ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau