Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno di Pos Cikopo, Kabupaten Purwakarta, Minggu (4/9), mengatakan, karakteristik jalur selatan yang mulus dengan banyak kelokan, tanjakan dan turunan, serta lebar jalan yang relatif sempit turut memicu kecelakaan. Faktor kondisi kendaraan dan pengendara juga berperan.
Selain karakteristik jalan, kecelakaan juga dipicu oleh kelaikan kendaraan. Sepeda motor yang tidak didesain untuk jarak jauh masih digunakan oleh pemudik untuk menempuh puluhan hingga ratusan kilometer. Faktor kurangnya pengetahuan berlalu lintas dan berkendara yang baik juga turut berpengaruh.
Dari 134 kasus yang terjadi di jalur mudik utama selama 12 hari, hingga Sabtu (3/9), 69 kasus atau 51,4 persen di antaranya terjadi di jalur selatan, 43 kasus di utara, dan 22 kasus di tengah.
Secara keseluruhan, total kasus kecelakaan di Jawa Barat sejak H-7 hingga H+2 Lebaran mencapai 218 kasus serta mengakibatkan 40 orang tewas, 62 luka berat, dan 135 luka ringan. Sebanyak 134 kasus terjadi di jalur utama (utara, tengah, dan selatan), 32 kasus di jalur alternatif, 4 kasus di tol, dan 48 kasus di ruas lain.
Di Jawa Tengah, kecelakaan beruntun yang melibatkan satu bus dan 12 mobil di Kabupaten Semarang juga terjadi di daerah rawan kecelakaan, yakni di jalur turunan yang tajam.
Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di jalan yang menurun di daerah Gembol, sekitar 1 kilometer dari pertigaan Terminal Bawen ke arah Semarang, Sabtu (3/9), menimbulkan kemacetan yang panjang.
Akibat tabrakan beruntun yang terjadi pukul 23.30 itu, enam orang harus dilarikan ke RS Ken Saras karena terluka. Kecelakaan tersebut diduga karena bus Dahlia Indah yang meluncur dari arah Bawen mengalami rem blong dan menabrak 12 mobil di depannya.
Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas Polres Semarang, sejak H-7 hingga H+5 siang, telah terjadi 18 kecelakaan lalu lintas.
Seperti saat arus mudik, pada arus balik Lebaran ini kereta api tetap menjadi moda transportasi yang diminati masyarakat. Di Surabaya, tiket keberangkatan KA sejak Sabtu hingga Minggu habis terjual. Bahkan, di Solo, tiket KA tujuan Jakarta hingga tanggal 10 September habis terjual.
Untuk mengatasi penumpukan penumpang di Stasiun Poncol, Semarang, Jateng, diterapkan tiga ring penumpang, yakni penumpang bertiket masuk satu jam sebelum kereta berangkat, penumpang bertiket yang menunggu pemberangkatan di luar stasiun, dan penumpang yang membeli tiket.
Di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, diterapkan sistem boarding dengan membatasi penumpang yang masuk peron agar mereka tidak berebutan masuk peron.
Di Tasikmalaya, polisi memberlakukan sistem satu arah di Jalur Gentong.
Di Makassar, hingga Minggu, arus balik Lebaran di Pelabuhan Makassar terlihat padat. Di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim, arus balik ke arah Gilimanuk terlihat dari antrean kendaraan yang masuk ke kapal.
Kepadatan penumpang pada arus balik Lebaran juga terjadi di bandara di Kalimantan, seperti di Palangkaraya dan Banjarmasin. Semua kursi pesawat penuh terisi.