NGANJUK, KOMPAS.com - Sampai H+5 Lebaran, Senin (5/9/2011), arus balik di jalur tengah jalan negara Madiun-Surabaya Saradan, Kabupaten Madiun Wilangan, Kabupaten Nganjuk padat merayap.
Menurut informasi petugas Polsek Saradan, hingga petang hari terjadi iringan kendaraan dari barat ke timur sekitar 6 kilometer. Kendaran berjalan tersendat-sendat. Ekor iringan dilaporkan sampai SMP Saradan. Sedang kepala iringan sampai di pertigaan Wilangan.
Kepadatan saat arus balik ini memang tidak separah arus mudik Lebaran di mana ruas ini juga selalu diwarnai kemacetan kecuali lewat tengah malam sampai sekitar pukul 06.00.
Penyebab kemacetan adalah jalanan sempit, berkelok dan naik turun melalui hutan saradan sampai hutan Wilangan. Jalur lama lewat selatan tidak bisa dipergunakan karena kondisi jembatan yang tidak menjamin keselamatan.
Ulah pengemudi yang menerobos dari badan jalan menambah kemacetan karena tidak semua bahu jalan bisa dilalui sehingga harus masuk kembali ke badan jalan. Akibatnya terjadi bottle neck.
Sebenarnya polisi berjaga untuk mencegah terjadinya aksi serobot. Tetapi banyak pengemudi yang tidak mengindahkan polisi.
Di jalur ini juga terdapat dua perlintasan kereta api yang setiap hari dilalui sekitar 50 kereta api. Pada musim musik dan arus balik Lebaran ini penutupan pintu perlintasan cenderung lebih awal sehingga antren juga lebih lama. Kecelakaan di perlintasan pada musim Lebaran beberapa waktu lalu memb uat petugas penjaga perlintasan melakukan penutupan lebih awal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang