Bom di Pengadilan New Delhi Tewaskan 9 Orang

Kompas.com - 07/09/2011, 14:37 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sebuah bom yang diduga dimasukkan di dalam sebuah koper meledak di luar gedung Pengadilan Tinggi di New Delhi, Rabu (7/9/2011).

Serangan itu menewaskan setidaknya sembilan orang dan mencederai 45 orang lainnya.

Ledakan yang terjadi pada sekitar pukul 10.00 pagi itu merupakan yang pertama sejak tiga serangan besar di Mumbai 13 Juli lalu. Peristiwa itu menewasakn 20 orang.

Pada serangan Mumbai, tudingan utama ditujukan pada kelompok ekstremis yang dikenal dengan nama Mujahidin India. Namun hingga kini belum ada satupun orang yang ditahan.

Bom Rabu pagi itu meledak tak jauh dari kerumunan warga yang mengantre untuk mengambil kartu masuk ke gedung pengadilan itu, Menteri Dalam Negeri RK Singh menjelaskan.

"Bom itu diduga dimasukkan dalam sebuah koper karena kami menemukan sisa-sisa kopernya. Enam orang tewas dan 45 orang terluka dalam serangan ini," kata Singh kepada televisi CNN-IBN.

Bagi Kejaksaan Tinggi, serangan itu merupakan yang kedua tahun ini. Pada 25 Mei lalu, terjadi sebuah ledakan kecil, yang diduga bom mobil yang gagal meledak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau