Kontroversi kapal isap

Parit Tiga Ricuh Lagi

Kompas.com - 08/09/2011, 11:33 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, ricuh lagi pada Kamis (8/9/2011) dini hari. Massa merusak rumah warga yang mendukung pengoperasian kapal isap di perairan kecamatan itu.

Massa merusak rumah Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Teluk Limau, Bangka Barat. Massa juga menyerbu rumah pengurus Forum Percepatan Pembangunan Kecamatan Parit Tiga (FPPKP). Forum itu dibentuk pengurus desa-desa di Kecamatan Parit Tiga untuk menerima dana dari operator kapal isap.

Kepala Polres Bangka Barat Ajun Komisaris Besar Solihin yang dihubungi dari Pangkal Pinang menyatakan, massa mendadak berkumpul di sekitar rumah-rumah yang akan dirusak. Setelah itu mereka merusak. ”Sekarang situasi sudah terkendali. Kami mencoba mendekati warga untuk mencegah insiden lain,” ujarnya.

Sebelumnya, insiden serupa terjadi di Desa Cupat yang bersebelahan dengan Desa Teluk Limau. Senin (5/9/2011) malam massa merusak beberapa rumah yang pemiliknya dinilai mendukung pengoperasian kapal isap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau