Ormas

Tawuran Dua Ormas Diduga karena Penurunan Bendera

Kompas.com - 08/09/2011, 17:51 WIB

JAKARTA-KOMPAS.com — Tawuran dua organisasi massa (ormas) antara Front Betawi Rempug (FBR) dan Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di Jalan Muhi, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2011) dini hari, diduga karena salah satu anggota ormas FBR bernama Dastian Herdanto (35) melakukan penurunan bendera Forkabi.

Demikian dikatakan Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto saat dihubungi wartawan.

"Sekitar pukul 12.00 dini hari tadi Dastian ketahuan saat menurunkan bendera dan langsung diserang anggota Forkabi," katanya di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut Imam mengatakan, akibat dari aksinya itu Dastian mengalami luka-luka di bagian kepala akibat terkena bacokan empat anggota Forkabi yang memergokinya. Dastian terpaksa dirawat di Rumah Sakit Veteran.

"Sekarang pelaku penurunan bendera itu (Dastian) dirawat di salah satu rumah sakit di Kebayoran Lama," katanya.

Hingga saat ini, Kepolisian Resort Jakarta Selatan masih terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengetahui motif perbuatan tersebut.

"Saat ini, ia (Dastian) belum bisa dimintai keterangan panjang lebar karena masih dirawat," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau