Televisi

"Kompas" di Layar Kaca Diluncurkan Malam Ini

Kompas.com - 09/09/2011, 05:29 WIB

Pergelaran ”Simfoni Semesta Raya” akan menandai peluncuran Kompas di layar kaca, Jumat (9/9) malam ini, di Jakarta Convention Center. Perhelatan ini akan disiarkan langsung oleh Kompas TV selama tiga jam, mulai pukul 19.30.

CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo, Kamis, di Jakarta menegaskan, ”Kompas TV bukan lembaga penyiaran, melainkan penyedia konten yang diproduksi KG Production. Konten-konten tersebut ditayangkan kepada pemirsa melalui kerja sama dengan TV-TV daerah yang merupakan lembaga penyelenggara siaran di daerah.”

Konten program tayangan Kompas TV, menurut Direktur Kompas TV Bimo Setiawan, menekankan pada eksplorasi Indonesia, baik kekayaan alam, khazanah budaya, Indonesia kini, maupun talenta berprestasi.

Pergelaran ”Simfoni Semesta Raya” dirancang sebagai cerminan wajah Kompas TV dan visi yang tertuang dalam program-program acaranya.

Perhelatan ini dibuka dengan bentangan indah alam Indonesia dalam teknologi konfigurasi layar LED yang mengantar penampilan violis solo anak Clarissa Tamara di panggung. Selanjutnya, parade anak-anak Indonesia tampil riang, dalam iringan Erwin Gutawa Orchestra, antara lain melalui medley ”Yo Prokonco, Cik Cik Periok, Sipatokaan” yang merupakan lagu anak-anak dari Jawa, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara—diselingi narasi pendongeng PM Toh.

Segmen pertama perhelatan ini didedikasikan kepada anak-anak Indonesia, merepresentasikan program acara Kompas TV yang memberi ruang bermain dan belajar bagi anak-anak. Tayangan program anak di Kompas TV antara lain Science is Fun, Ensiklopedia Anak Nusantara, Jalan Sesama, dan Kampung Main yang menelusuri aneka permainan anak-anak tradisional di Indonesia.

Tayang di 10 kota

Pada penayangan perdana, Kompas TV mengudara di sepuluh kota melalui sembilan stasiun televisi daerah. Pemirsa di Tanah Air dapat menikmati program Kompas TV di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar.

Jumlah kota yang bakal menikmati tayangan Kompas TV akan terus bertambah pada kuartal ketiga tahun ini dan sepanjang tahun 2012.

Setiap hari, dari 20 jam siaran TV daerah yang menjadi mitranya, Kompas TV akan menyuplai 70 persen konten dengan program nasional. Direktur Produksi dan Program Kompas TV Indra Yudhistira menjelaskan, sekitar 30 persen program acara Kompas TV berupa pemberitaan. Sekitar 30 persen yang lain merupakan pengetahuan inspiratif melalui tayangan dokumenter dan feature, antara lain bertema budaya, sejarah, perjalanan, dan gaya hidup. Adapun 40 persen merupakan program hiburan yang juga berbobot nilai inspiratif.

Konsep program hiburan direpresentasikan dalam perhelatan peluncuran hari ini. Kompas TV, antara lain, memiliki program musik Fanatik. Program berdurasi 1,5 jam ini menampilkan band atau musisi besar Indonesia yang punya basis penggemar setia. Pada peluncuran Kompas TV, program ini direpresentasikan oleh tiga band: ST12, Nidji, dan Ungu. ST12 akan menyanyikan hit yang diaransemen ulang dalam kolaborasi dengan permainan piano Marusya Nainggolan.

Sementara Nidji tampil berkolaborasi dengan Jogja Hip Hop Foundation. Ungu tampil bersama Andien dan petikan gitar akustik Jubing Kristianto.

Program Showcase di Kompas TV juga tecermin dalam konsep pentas peluncuran TV ini. Showcase menampilkan penyanyi yang menampilkan lagu kondang ataupun promo lagu baru, dengan syarat tampil live di acara ini. ”Itu bentuk penghormatan Kompas TV kepada musisi, memberi ruang kepada mereka untuk main dengan hati di sini,” ujar Manajer Kreatif Kompas TV Uncu Putra.

Konsep itu akan direpresentasikan oleh penampilan trio Andien, Monita, dan Citra Idol yang mengubah nuansa cadas lagu-lagu God Bless, Jamrud, dan Slank menjadi jazzy melalui aransemen ulang Erwin Gutawa.

Kompas TV juga mendedikasikan satu program dokumenter, Diskografi, untuk merekam perjalanan hidup dan karier musisi besar Indonesia. Dalam peluncuran Kompas TV, program ini tecermin pada penampilan Andi Rianto yang akan mengaransemen empat lagu cinta Iwan Fals.

Program Kompas TV yang lain—seperti Teroka yang menjelajahi kekayaan alam Indonesia, Hidden Paradise yang menampilkan pulau-pulau tercantik, Exotic Living membahas konsep rumah tradisional dan filosofinya, serta Tarung yang bercerita tentang ragam bela diri tradisional—juga akan dicerminkan pada peluncuran malam ini.

Kolaborasi

Sejumlah artis dan band seperti Kotak, Afgan, Rossa, Judika, Marcell, dan Sandhy Sondoro turut memeriahkan panggung ”Simfoni Semesta Raya”. Tiga musikus, Erwin Gutawa, Addie MS, dan Andi Rianto, akan berkolaborasi pada lagu ”Rasa Sayange”. Lagu ini ditulis ulang orkestrasinya oleh Addie MS, dengan part piano yang dimainkan Andi Rianto. Komposisi garapan Addie MS itu akan dibawakan Erwin Gutawa Orchestra dengan konduktor Erwin Gutawa.

Panggung ”Simfoni Semesta Raya” juga memperkenalkan penonton dengan teknologi baru. Di atas panggung berbentuk bundar, layar multimedia LED yang menggantung bergerak membentuk konfigurasi membelah—terpecah naik-turun dan bersatu lagi.

”Itu teknologi yang baru pertama kali digunakan di Indonesia. Bersama Mata Elang, software-nya dibeli dan didatangkan khusus,” ujar Uncu.

Tata pencahayaan juga didesain secara personal untuk setiap lagu yang ditampilkan. Pencahayaan ini turut mencerminkan mood lagu, aransemen musik, dan penyanyinya.

Peluncuran Kompas di layar kaca menampilkan parade pemandu acara yang juga membawakan program-program di Kompas TV, yakni Darius Sinathrya (membawakan Arisan Plus bersama Donna Agnesia), Nadine Chandrawinata (Hidden Paradise), Shafira dan Chevrina (Mitos), Kamga (Eksplor Indonesia), serta Cahyo Alkantana (Teroka).

Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia Grup, mengatakan, Kompas TV mengemban tanggung jawab untuk turut mencerahkan masyarakat.

”Melalui Kompas TV, kita akan melihat dimensi lain. Bukan hanya alam Indonesia yang indah, melainkan juga maknanya. Makna itu hanya ada dalam hubungannya dengan manusia. Yang memperkaya adalah manusianya,” ujarnya.

Kompas di layar kaca akan mengudara di Jabodetabek di kanal 28 UHF (KTV), Bandung di 34 UHF (STV), Semarang di 47 UHF (BTV), Surabaya di 40 UHF (BCTV), Malang di 32 UHF (ArtTV), Bali di 23 UHF (Dewatatv), Makassar di 23 UHF (Makassartv), Palembang di 52 UHF (Mostv), dan Pontianak di 39 UHF (Khatulistiwatv).

(DAY/ELN/ROW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau