Balap sepeda

Cobo, Sekayuh Lagi Menuju Kemenangan

Kompas.com - 11/09/2011, 02:11 WIB

Vitoria, Sabtu - Etape ke-20 Vuelta a Espana 2011, Sabtu (20/9) ini, semakin mendekatkan para pebalap ke tujuan akhir balapan, Madrid. Masih di wilayah Basque, etape ke-20 melintasi empat pendakian dan diakhiri dengan trek datar menuju garis finis.

”Etape kedua ini akan memberikan kepuasan juga bagi masyarakat Basque yang dikenal sebagai masyarakat penggemar berat sepeda, setelah etape ke-19 finis di Bilbao,” ujar direktur Vuelta a Espana 2011, Javier Guillen.

Melaju dari Bilbao menuju Victoria sejauh 185 kilometer, pemuncak klasemen umum sementara Juan Jose Cobo (Spanyol) dari tim Geox-TMC bekerja keras mempertahankan kaus merah. Cobo mengenakan kaus tanda pimpinan balapan sejak etape ke-15, menggusur Bradley Wiggins (Inggris) dari tim Sky Procycling yang sudah memimpin di etape ke-11 hingga ke-14.

Di etape ke-15 pula, Wiggins langsung tergusur ke posisi tiga klasemen umum. Sementara runner up dihuni rekan setimnya, Christopher Froome.

Bertiga mereka sudah memimpin klasemen sejak etape ke-15 hingga etape ke-20 ini. Menuju Madrid, persaingan antara mereka begitu ketat.

Cobo yang kini unggul 13 detik dari Froome tinggal menunggu saat-saat kemenangannya. Ia kini sekayuhan lagi menuju juara Vuelta a Espana edisi ke-66 ini.

Sementara para pebalap tuan rumah sepertinya tidak mau melepaskan begitu saja rute pendakian yang diakhiri dengan trek datar sejauh 40 kilometer menuju garis finis itu.

Adalah Carlos Barredo Llamazales (Spanyol) dari tim Rabobank yang tidak mau melepaskan peluang itu. Melaju solo sejak turunan pendakian ketiga, ia terus meningkatkan tempo kayuhan. Ia yang pertama menyelesaikan pendakian keempat, Puerto de Urkiola. Namun, di 12 kilometer menuju finis, Carlos Sastre Candil (Spanyol) dari Geox-TMC menyusulnya dan lalu memimpin balapan.

Terpaut 40-an detik di belakang keduanya, Leopard-Trek menjadi yang terdepan di rombongan besar pebalap. Tim asal Luksemburg itu membawa rombongan besar pebalap menangkap keduanya.

Dalam mass sprint di garis finis, Daniele Bennati dari Leopard Trek menjadi pemenang etape. Ia melahap etape ke-20 dalam waktu empat jam, 39 menit, dan 20 detik.

Moncoutie Raja Tanjakan

Memasuki minggu terakhir balapan, pebalap Perancis, David Moncoutie, dari tim Cofidis, Le Credit en Le Ligne, memantapkan posisinya di klasifikasi tanjakan. Ia masih mengenakan kaus polkadot tanda pebalap terbaik di pendakian dengan koleksi 63 poin.

Matteo Montaguti, pebalap Italia dari tim AG2R La Mondiale, menghuni posisi kedua klasemen tanjakan dengan koleksi 56 poin. Pemuncak klasemen umum, Cobo, di posisi ketiga dengan koleksi 42 poin tanjakan.

Etape ke-20 merupakan etape terakhir yang menentukan pemuncak klasifikasi tanjakan. Apabila Moncoutie bisa mempertahankan pundi-pundi poin tanjakannya, ia dipastikan bakal merebut gelar keempat Raja Tanjakan atau King of Mountain di Vuelta a Espana 2011.

Minggu (11/9) akan menjadi etape penutup balapan grand tour terakhir di musim ini yang berlangsung sejak 20 Agustus 2011 itu. Madrid akan menjadi rute pamungkas balapan sejauh total 3.300 kilometer itu.

Circuit race sejauh 94,2 kilometer yang bermula dan berakhir di Madrid akan menjadi penentu pemenang Vuelta a Espana 2011. (AFP/HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau