Kekeringan

Warga Kota Jambi Kesulitan Air

Kompas.com - 12/09/2011, 23:02 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Sebagian warga Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi mulai kesulitan air akibat panjangnya kemarau tahun ini. Sebagian warga terpaksa membeli air ke PDAM.

Di Kota Jambi, sulitnya memperoleh air bersih dialami warga yang tinggal di perumahan wilayah Kotabaru, Patimura, dan Kenali Asam.

Salah seorang warga Kenali Asam, Astuti, mengatakan, air di sumur rumahnya mulai kering sejak dua pekan terakhir. Ia pun terpaksa membeli air bersih ke PDAM dengan harga Rp 95.000 per tangki. Air digunakan untuk mandi, mencuci, dan memasak.

"Karena harus beli, pakai air dihemat-hemat. Dalam empat atau lima hari, kami sudah harus beli air lagi," ujarnya, Senin (12/9/2011).

Menurut Astuti, kesulitan air baru dialaminya pada tahun ini. Pada tahun lalu, musim kemarau tergolong pendek, sehingga seumur tidak s ampai mengering.

Kondisi serupa dialami warga di Kabupaten Muaro Jambi. Warga Desa Pudak, Kumpeh Ulu, Muaro Jambi, Yati, mengatakan, sumur di rumahnya telah mengering sejak tiga pekan lalu. Ia terpaksa meminta air bersih pada tetangga yang sumurnya tidak kering.

Selain itu, masa tanam padi di desa ini juga molor. Petani setempat tidak bisa mempersiapkan lahan, karena tanahnya kering. Saluran irigasi di sekitar persawahan tadah hujan tersebut juga tidak ada air

"Kalau sudah seperti ini keadaannya, kami terpaksa menunggu sampai turun hujan, barulah lahan bisa digarap," tutur Sholeh , warga setempat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau