Tragedi 9/11

Rakyat AS Diminta Optimistis

Kompas.com - 13/09/2011, 05:09 WIB

WASHINGTON, SENIN - Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta rakyat AS terus mengenang mereka yang telah menjadi korban dalam serangan tragedi 9/11, satu dekade lalu.

Namun, Obama juga meminta kenangan itu dilakukan tetap dengan terus berupaya menatap masa depan dengan penuh keyakinan dan harapan.

”Dalam satu dekade terakhir ini, rakyat AS terus berupaya mempertahankan cara dan pandangan hidup mereka. Ide tentang setiap orang harus memerintah dirinya sendiri semakin menguat,” ujar Obama.

Pernyataan itu disampaikan Obama dalam konser mengenang para korban tragedi 9/11 di Kennedy Center, Washington. Acara itu sekaligus menandai penutupan rangkaian peringatan satu dekade peristiwa mengerikan itu.

Hari Minggu kemarin, Obama menghadiri tiga lokasi yang menjadi target serangan teroris. Ketiga lokasi itu adalah menara kembar World Trade Center di New York, Gedung Pentagon di Washington, dan Lapangan Pennsylvania.

Upacara peringatan ini juga diwarnai ketakutan menyusul kabar yang menyebutkan kemungkinan terjadinya serangan terbaru oleh kelompok teroris Al Qaeda bersamaan dengan upacara peringatan satu dekade tragedi 9/11 di AS.

”Kita pernah mengalami perang dan resesi, debat sengit dan perpecahan politik. Kita tidak akan pernah bisa mengembalikan mereka yang tewas dalam kejadian itu,” ujar Obama.

”Namun, hari ini kita melihat ada satu hal yang harus tetap diingat karena tidak akan pernah berubah, yaitu karakter kita sebagai sebuah bangsa. Keyakinan terhadap Amerika bahwa setiap pria dan wanita harus memimpin dirinya sendiri, ide tentang setiap orang harus diperlakukan setara dan memiliki kebebasan untuk menentukan nasib sendiri. Semua keyakinan itu semakin menguat setelah melalui banyak percobaan,” ujar Obama.

Dalam kesempatan itu, Obama juga menyampaikan penghormatan terhadap sedikitnya dua juta prajurit militer AS, yang dikirim berperang ke seluruh penjuru dunia pasca-tragedi 9/11.

Dalam beberapa bulan pasca-serangan menara kembar WTC, militer AS dikirim ke Afganistan untuk memerangi kelompok Taliban yang memberikan perlindungan kepada Al Qaeda dan pemimpinnya, Osama bin Laden.

Pada tahun 2003, militer AS juga mulai menginvasi Irak dan menggulingkan pemimpinnya Saddam Hussein. Dari sepanjang waktu itu, tercatat sedikitnya 6.200 prajurit AS tewas di Irak dan Afganistan.

Secara resmi, kompleks peringatan tragedi 9/11, yang sebelumnya menjadi lokasi ground zero tempat menara kembar WTC runtuh, dibuka untuk umum.

Di lokasi itu dibangun dua konstruksi kolam besar, kolam utara dan selatan, yang bagian dalamnya membentuk air terjun. Di sekeliling kolam besar itu dibangun dinding perunggu tempat nama para korban diukir di bagian atasnya. (BBC/AP/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau