JAKARTA, KOMPAS.com - Marzuki Alie, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan proses hukum terhadap para kader partai tersebut yang dituding terlibat korupsi.
Menurut Marzuki, penjelasan KPK penting agar para kader Demokrat yang tidak terlibat korupsi tidak terus disudutkan oleh berbagai pihak. Marzuki memberi contoh berbagai laporan terhadap politikus Demokrat, Jhonny Allen Marbun.
"(Posisi hukum) Jonny Allen tidak tegas, diambang terus. Harusnya jelaskan saja, sampai saat ini Jhonny Allen tidak ada fakta hukumnya. Clear, kan. Orang enggak ribut. Ini diam aja. Jadi politik bermain seolah-olah ada kekuasaan yang bermain dan seterusnya," kata Marzuki, yang juga menjabat Ketua DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu ( 14/9/2011 ).
Dikatakan Marzuki, kader Demokrat, termasuk dirinya, banyak yang terzolimi melalui pemberitaan lantaran ketidakjelasan proses hukum. "Untuk menepis itu, transparan, buka. Si ini tidak terlibat. Jangan digantung. Kasihan partai ini hancur," ujarnya.
Terkait rencana pemeriksaan kadernya, Angelina Sondakh di KPK, Kamis (15/9/2011) besok, Marzuki berharap Angelina memenuhi dan menjelaskan semua yang diketahuinya terkait kasus dugaan suap yang turut menjerat mantan Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin.
Ketika ditanya apakah ada ketakutan Demokrat jika Angelina mengungkap hal yang menyudutkan partai, dia menjawab, "Saya yakin lah semua yang benar akan benar, yang salah itu salah. Kalau Mbak Angie benar, dia akan benar. Percaya lah. Tidak usah kita khawatir bahwa kalau partai ini tidak pernah menerima sesuatu pasti akan terbuka partai tidak terima sesuatu," kata Marzuki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang