Marzuki Minta KPK Jangan "Gantung" Kader Demokrat

Kompas.com - 14/09/2011, 11:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Marzuki Alie, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan proses hukum terhadap para kader partai tersebut yang dituding terlibat korupsi.

Menurut Marzuki, penjelasan KPK penting agar para kader Demokrat yang tidak terlibat korupsi tidak terus disudutkan oleh berbagai pihak. Marzuki memberi contoh berbagai laporan terhadap politikus Demokrat, Jhonny Allen Marbun.

"(Posisi hukum) Jonny Allen tidak tegas, diambang terus. Harusnya jelaskan saja, sampai saat ini Jhonny Allen tidak ada fakta hukumnya. Clear, kan. Orang enggak ribut. Ini diam aja. Jadi politik bermain seolah-olah ada kekuasaan yang bermain dan seterusnya," kata Marzuki, yang juga menjabat Ketua DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu ( 14/9/2011 ).

Dikatakan Marzuki, kader Demokrat, termasuk dirinya, banyak yang terzolimi melalui pemberitaan lantaran ketidakjelasan proses hukum. "Untuk menepis itu, transparan, buka. Si ini tidak terlibat. Jangan digantung. Kasihan partai ini hancur," ujarnya.

Terkait rencana pemeriksaan kadernya, Angelina Sondakh di KPK, Kamis (15/9/2011) besok, Marzuki berharap Angelina memenuhi dan menjelaskan semua yang diketahuinya terkait kasus dugaan suap yang turut menjerat mantan Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin.

Ketika ditanya apakah ada ketakutan Demokrat jika Angelina mengungkap hal yang menyudutkan partai, dia menjawab, "Saya yakin lah semua yang benar akan benar, yang salah itu salah. Kalau Mbak Angie benar, dia akan benar. Percaya lah. Tidak usah kita khawatir bahwa kalau partai ini tidak pernah menerima sesuatu pasti akan terbuka partai tidak terima sesuatu," kata Marzuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau