Usut Sumber Dana Kongres Partai Demokrat

Kompas.com - 14/09/2011, 21:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi diharapkan mau mengusut asal-usul dana puluhan miliar rupiah yang diduga digunakan untuk Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu.

Pengusutan itu penting untuk memastikan, bahwa dana partai itu benar-benar bersumber dari uang halal, bukan hasil dari menggerogoti APBN.

Imbauan disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Bachtiar Effendy di Jakarta, Rabu (14/9/2011).

Sebagaimana diberitakan, Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, Senin (12/9/2011), mengutip keterangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, yang mengakui adaanya dana sekitar Rp 50 miliar dan 7 juta dollar AS untuk Kongres Partai Demokrat di Bandung. Hal serupa diungkapkan staf Nazaruddin, Yulianis, dengan jumlah uang berbeda, yaitu Rp 30 miliar dan 5 juta dollar AS.

Menurut Bachtiar Effendy, keterangan adanya dana puluhan miliar rupiah itu tentu menarik perhatian, terutama karena besarnya dana untuk sebuah kongres partai politik.

Namun, KPK sebaiknya tidak hanya berhenti di sini, melainkan lebih jauh mengusut, dari mana sumber dana sebesar itu. Perlu dipastikan, bahwa dana itu berasal dari sumber yang legal, bukan dari sumber-sumber ilegal, apalagi hasil menggerogoti APBN.

"Soal dana kongres, harus dipastikan, bahwa itu diperoleh dengan cara-cara yang legal dan halal secara hukum di Indonesia. KPK semestinya menelusuri semua petunjuk atau isyarat yang mengarah ke situ. Namun, masalahnya, apakah KPK punya tenaga, energi, dan alat ke arah itu?" katanya.

Muhammad Nazaruddin dan Yulianis diharapkan mau bekerja sama dengan memberikan data-data akurat dan bukti-bukti yang membenarkan keterangannya.

Partai Demokrat sendiri juga harus proaktif untuk membuktikan apa yang dituduhkan Nazaruddin itu tidak benar. Saat ini kesempatan bagi partai ini untuk membersihkan diri dari berbagai anggapan negatif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau