Pemkot Bentuk Tim Pengawasan Tabung Gas

Kompas.com - 15/09/2011, 10:53 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, membentuk tim pengawasan peredaran tabung gas elpiji di masyarakat.

"Tim ini untuk mengawasi peredaran tabung gas ilegal di masyarakat," kata Kasi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen, Disperindag Kota Tangsel, Urip Supriatna di Tangerang, Kamis (15/9/2011).

Urip menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai adanya isi tabung gas yang tidak sesuai dengan ukurannya.

Masyarakat yang sebagai besar ibu rumah tangga tersebut, mengeluh bila isi tabung gas tersebut cepat habis dibandingkan dengan sebelum bulan puasa (Ramadhan) 1432 Hijriah.

"Biasanya, ibu rumah tangga menggunakan tabung gas dalam kurun waktu satu bulan. Namun, sepekan sebelumnya sudah habis. Meski penggunaanya sama," katanya.

Karena itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ke sejumlah distributor atau agen gas di sejumlah wilayah, termasuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE).

Di Kota Tangerang Selatan sendiri, menurut Urip, terdapat empat SPBBE yang terletak di wilayah Serpong Utara, Serpong, Pamulang dan Pondok Aren.

"Petugas juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pengisian di setiap SPBE untuk memastikan ketepatan ukuran dari setiap gas," katanya.

Pemkot Tangerang Selatan juga akan memberikan sanksi bagi oknum yang memang terbukti melakukan manipulasi ukuran gas karean merugikan konsumen.

"Kalau memang terbukti, maka kami akan proses hukum. Karena sudah merugikan konsumen. Kami tidak akan ada toleransi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau