Trotoar di Gajah Mada-Hayam Wuruk Akan Ditata

Kompas.com - 18/09/2011, 08:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata kembali jalur pedestrian di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para pedestrian untuk berjalan-jalan di trotoar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, penataan ini diperlukan untuk mengembalikan jalur pedestrian pada fungsinya, yaitu sebagai ruang publik untuk pejalan kaki. Kini, Dishub DKI Jakarta tengah mengkaji studi konsep penataan pedestrian di kawasan tersebut. Studi kajian ini diharapkan dapat rampung pada akhir tahun 2011.

"Selama ini kita melihat sudah banyak (jalur) pedestrian yang dijadikan ruang parkir on street dan tempat usaha pedagang kaki lima. Akhirnya pejalan kaki direbut haknya. Kita mau kembalikan fungsinya sebagai ruang publik," kata Pristono, Sabtu (17/9/2011).

Jika kajian itu selesai pada akhir tahun ini maka pembangunannya bisa dilakukan awal 2012 oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. Pristono mengakui belum ada gambaran konkret mengenai konsep jalur pedestrian ini. Namun, ia menegaskan bahwa jalur pedestrian di Gajah Mada-Hayam Wuruk akan dilebarkan dengan memakai sedikit bahu jalan. Ini demi kenyamanan pedestrian.

"Saya belum tahu apakah (jalur) pedestrian di kawasan tersebut akan divariasikan dengan taman seperti di Jalan Sabang. Kita tunggu saja hasil kajiannya," ujarnya.

Jalur pedestrian di kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk saat ini nyaris kehilangan fungsi sebenarnya. Sebagian trotoarnya, khusus di sisi timur pintu besar utara, menjadi kawasan mati. Banyak toko yang kosong, trotoarnya pun bergelombang sehingga menyulitkan pejalan kaki. Bagian itu akan diratakan sehingga menjadi nyaman dan bisa meningkatkan pergerakan perekonomian di kawasan tersebut.

Pada Desember 2011, Dishub DKI akan melakukan penataan parkir on street di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Parkir kendaraan bermotor akan dialihkan di tiga gedung yang memiliki fasilitas parkir, yaitu Pasar Baru, Pasar Baru Atom, dan Pasar Baru Square. Sistem karcis parkir akan diterapkan berbasis informasi teknologi (IT) sama seperti parkir di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau