PALANGKARAYA, KOMPAS.com- Nyamuk demam berdarah Aedes aegypti menyerbu gedung Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kal imantan Tengah. Termasuk ruang yang didatangi nyamuk dengan tubuh hitam bergaris-garis putih itu adalah tempat berkumpulnya para wartawan.
Di ruang tersebut, Senin (19/9/2011), tiga wartawan terlihat membaca koran sambil sibuk mengibaskan tangan untuk mengusir nyamuk. Namun, nyamuk-nyamuk itu membandel. Mereka tetap hinggap. Tak ayal, para pemburu berita pun menggaruk-garuk tangan dan wajahnya.
"Busyet nyamuknya. Demam berdarah pula. Perlu fogging (pengasapan) kayaknya di sini. Eh, ada nyamuk di dahimu," kata seorang wartawan kepada temannya.
Rekan wartawan tersebut tak sadar bahwa nyamuk sudah hinggap di kepalanya. Akan tetapi, ia kemudian menunjuk balik. " Itu di pipimu juga ada. Enggak terasa ya. Nyamuk-nyamuk ini menggila," ujarnya sambil tertawa setelah menepuk nyamuk di dahinya.
Insekta tersebut kemungkinan berkembang biak dari halaman di belakang yang dipenuhi pohon dan rumput lebat. Nyamuk sudah mengganggu setidaknya sejak tiga hari terakhir. Tak hanya di gedung tersebut, ruang kantin yang berada di sebelah Gedung Humas dan Protokol Pemprov Kalteng juga dipenuhi nyamuk.
Serangga itu paling banyak muncul sekitar pukul 10.00. Seorang pegawai negeri sipil yang lewat saat diberi tahu banyak nyamuk hanya menjawab singkat, "Iya banyak benar nyamuk."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang