Briptu Norman Sanggup Bayar Ganti Rugi

Kompas.com - 20/09/2011, 05:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Meski kecewa, pihak keluarga akan membayar ganti rugi kepada Polri sebagai konsekuensi pengunduran diri Briptu Norman dari korps Brimob Polda Gorontalo.

"Kalau memang disuruh ganti rugi, okelah dibayar, daripada ditangkap-tangkap terus," ujar kakak pertama Norman, Kaima Kamaru, kepada Tribunnews.com, Senin (19/9/2011).

Namun, Kaima masih mempertanyakan dasar hukum pembayaran ganti rugi tersebut. "Kok kalau di PNS tidak ada istilah ganti rugi. Nanti, kami akan lihat lagi peraturannya seperti apa, kami akan pelajari. Jadi, jangan asal ngomong, aturannya yang mana?" tanya Kaima.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Gorontalo menyatakan, Norman harus membayar ganti rugi kepada Polri jika tetap ingin keluar. Pasalnya, polisi yang terkenal lewat aksi lip sync lagu "Chaiya-chaiya" itu belum memenuhi 10 tahun perjanjian masa dinas yang telah ditandatanganinya saat menjadi anggota Polri.

Jika Norman bersikukuh ingin keluar dari kepolisian, Polri mewajibkannya untuk membayar ganti rugi atas biaya pendidikan yang dikeluarkan negara selama ini kepada Norman. Namun, belum diketahui total dana yang harus dikeluarkan untuk sejumlah ganti rugi tersebut.

Pihak keluarga Norman mengakui salah satu dari sejumlah alasan Norman memilih mundur adalah merasa terkekang oleh peraturan kepolisian sehingga tidak bisa mengekspresikan bakat seninya, termasuk syuting dan tampil di Jakarta. Norman, menurut pihak keluarga, beberapa kali ditangkap ketika sedang atau hendak tampil di Jakarta.

Ibunda Norman, Halima Marthinus, menyatakan tak khawatir anaknya akan jatuh miskin jika keluar dari kepolisian dan tak laku jadi artis. "Enggak apa-apa. Kami masih bisa hidup. Kami punya usaha di Gorontalo dan punya warisan banyak," ujar Halima.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau