Satu Pekan Jelang SEA Games, Alat Lomba Siap

Kompas.com - 21/09/2011, 03:55 WIB

Jakarta, Kompas - Seluruh peralatan pertandingan dijanjikan sudah akan melengkapi setiap arena SEA Games XXVI, sepekan sebelum pekan olahraga Asia Tenggara itu dibuka pada 11 November. Sebagian peralatan tersebut masih harus dibeli pemasok pemenang lelang.

Pembelian peralatan tanding 44 cabang olahraga yang menjadi pelengkap venue SEA Games dalam dua tahap. Pertama, awal tahun ini dengan dana yang bersumber dari APBN 2010. Sementara kekurangannya dibeli dengan dana dari APBN 2011.

Pembelian tahap kedua itulah yang belum tuntas. Menurut Ketua Bidang Peralatan Pertandingan Panitia Penyelenggara SEA Games (Inasoc) Rusmadi, seluruh peralatan yang hendak dibeli dalam tahap kedua itu dikelompokan dalam tiga paket lelang.

Paket pertama berisi peralatan dari 10 cabang bela diri. Paket kedua, alat-alat dari 19 cabang olahraga darat. Paket terakhir adalah peralatan untuk venue tujuh cabang olahraga perairan.

”Adanya paket itu untuk memudahkan,” kata Rusmadi yang juga pegawai Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa (20/9).

Dari ketiga paket tersebut, dua di antaranya selesai tahap lelang. Penandatanganan kontrak dengan pemenang akan berlangsung dalam dua hari ini sehingga pemasok dapat cepat melaksanakan kewajibannya.

Sementara lelang paket pertama harus diulang karena tidak ditemukan peserta lelang yang memenuhi syarat. ”Kami akan membuka lelang ulang,” kata Rusmadi.

Dengan tenggat waktu pelaksanaan kontrak yang 40 hari, dia optimistis seluruh peralatan sudah dapat melengkapi venue seminggu sebelum SEA Games berlangsung. Penyelenggaraan SEA Games XXVI di Palembang dan Jakarta, 11-22 November 2011.

Rusmadi mengaku tidak hafal dengan jumlah jenis peralatan tanding. ”Jumlahnya banyak sekali,” katanya.

Dia memastikan, pembelian tahap kedua itu berupa pelengkap dari jenis barang yang belum dibeli di tahap pertama. Atau, pembelian jenis barang yang sama karena jumlah barang yang dibeli masih kurang. ”Jumlahnya jauh lebih sedikit. Dari APBN 2010 senilai Rp 110 miliar, yang 2011 sekitar Rp 46-48 miliar,” kata Rusmadi.

Dia mencontohkan, untuk cabang kempo, pada 2010 mendapat empat dari enam kebutuhan timbangan digital. Untuk cabang tenis, dari kebutuhan 12 papan skor, baru ada 6. Kekurangan itu diharapkan bisa dipenuhi dari pengadaan 2011 ini.

Sejumlah ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan SEA Games mengakui, sebagian besar menerima peralatan pertandingan. Berbagai barang itu disimpan karena venue belum rampung.

Peralatan lomba layar misalnya, disimpan dalam kontainer di kompleks Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, yang pantainya juga menjadi lokasi lomba.

”Sudah kami cek, jumlah dan kualitasnya sama seperti yang kami minta. Alat yang masih dalam proses pembelian tinggal peralatan dari beberapa kelas lomba tambahan,” kata ketua panpel layar, Suparman Yamin.

Ketua panpel softenis Ferry Raturandang menambahkan, peralatan tanding tenis dan softenis masih dititipkan kepada pemasok di Jakarta. ”Kami pindahkan ke Palembang begitu venue siap,” katanya. (HLN/YNS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau