Pembelian peralatan tanding 44 cabang olahraga yang menjadi pelengkap venue SEA Games dalam dua tahap. Pertama, awal tahun ini dengan dana yang bersumber dari APBN 2010. Sementara kekurangannya dibeli dengan dana dari APBN 2011.
Pembelian tahap kedua itulah yang belum tuntas. Menurut Ketua Bidang Peralatan Pertandingan Panitia Penyelenggara SEA Games (Inasoc) Rusmadi, seluruh peralatan yang hendak dibeli dalam tahap kedua itu dikelompokan dalam tiga paket lelang.
Paket pertama berisi peralatan dari 10 cabang bela diri. Paket kedua, alat-alat dari 19 cabang olahraga darat. Paket terakhir adalah peralatan untuk venue tujuh cabang olahraga perairan.
”Adanya paket itu untuk memudahkan,” kata Rusmadi yang juga pegawai Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa (20/9).
Dari ketiga paket tersebut, dua di antaranya selesai tahap lelang. Penandatanganan kontrak dengan pemenang akan berlangsung dalam dua hari ini sehingga pemasok dapat cepat melaksanakan kewajibannya.
Sementara lelang paket pertama harus diulang karena tidak ditemukan peserta lelang yang memenuhi syarat. ”Kami akan membuka lelang ulang,” kata Rusmadi.
Dengan tenggat waktu pelaksanaan kontrak yang 40 hari, dia optimistis seluruh peralatan sudah dapat melengkapi venue seminggu sebelum SEA Games berlangsung. Penyelenggaraan SEA Games XXVI di Palembang dan Jakarta, 11-22 November 2011.
Rusmadi mengaku tidak hafal dengan jumlah jenis peralatan tanding. ”Jumlahnya banyak sekali,” katanya.
Dia memastikan, pembelian tahap kedua itu berupa pelengkap dari jenis barang yang belum dibeli di tahap pertama. Atau, pembelian jenis barang yang sama karena jumlah barang yang dibeli masih kurang. ”Jumlahnya jauh lebih sedikit. Dari APBN 2010 senilai Rp 110 miliar, yang 2011 sekitar Rp 46-48 miliar,” kata Rusmadi.
Dia mencontohkan, untuk cabang kempo, pada 2010 mendapat empat dari enam kebutuhan timbangan digital. Untuk cabang tenis, dari kebutuhan 12 papan skor, baru ada 6. Kekurangan itu diharapkan bisa dipenuhi dari pengadaan 2011 ini.
Sejumlah ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan SEA Games mengakui, sebagian besar menerima peralatan pertandingan. Berbagai barang itu disimpan karena venue belum rampung.
Peralatan lomba layar misalnya, disimpan dalam kontainer di kompleks Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, yang pantainya juga menjadi lokasi lomba.
”Sudah kami cek, jumlah dan kualitasnya sama seperti yang kami minta. Alat yang masih dalam proses pembelian tinggal peralatan dari beberapa kelas lomba tambahan,” kata ketua panpel layar, Suparman Yamin.
Ketua panpel softenis Ferry Raturandang menambahkan, peralatan tanding tenis dan softenis masih dititipkan kepada pemasok di Jakarta. ”Kami pindahkan ke Palembang begitu venue siap,” katanya.