Radamel Falcao sesungguhnya bukan wajah baru dalam persepakbolaan Eropa. Penyerang asal Kolombia yang kini bermain untuk klub Atletico Madrid itu sejak 2009 berkiprah di persepakbolaan Eropa dengan membawa Porto menjadi juara Piala UEFA pada 2011.
Koleksi golnya yang sebanyak 17 gol dari 14 pertandingan di Liga Europa musim 2010-2011 membuat dia sebagai pencetak gol terbanyak karena melampaui rekor prestasi Juergen Klinsmann, yaitu 15 gol.
Kini di liga utama Spanyol atau La Liga, penyerang yang lebih senang dipanggil Falcao itu mulai menyaingi kehebatan bintang Barcelona asal Argentina, Lionel Messi. Bersama Messi dan Roberto Soldado (Valencia), Falcao menempatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak di La Liga hingga Kamis (22/9) dengan koleksi lima golnya.
Pantaslah bila Pelatih Atletico Madrid Gregorio Manzano mengatakan, sejarah panjang Radamel Falcao bersama Atletico Madrid telah dimulai.
”Saya sangat gembira dengan apa yang dilakukannya. Melawan Valencia, banyak hal tidak berpihak kepadanya dan hari ini dia mendemonstrasikan kemampuannya,” papar Manzano memuji peran besar Falcao dalam kemenangan Atletico 4-0 atas Racing Santander, seperti dikutip Goal.com. Pada pertandingan Kamis (22/9) dini hari WIB itu, Falcao sukses mencetak hattrick.
Sebelumnya, Falcao juga mencetak gol pertamanya pada kemenangan Atletico 2-0 atas Celtic di kancah Liga Eropa.
Pujian yang diarahkan kepada Falcao itu tidaklah berlebihan. Penyerang kelahiran Santa Marta, Kolombia, 10 Februari 1986, itu telah mengoleksi 49 gol saat bermain untuk klub Argentina, River Plate (2004-2009).
Kehausan mencetak gol itu dia perlihatkan lagi selama tiga tahun bergabung di Porto, yaitu dengan koleksi 72 gol.
Tidak rugi Atletico kemudian menariknya dari Porto dengan uang pindah 40 juta euro ,ditambah kemungkinan tambahan 7 juta euro jika Falcao benar-benar bisa membawa Atletico menjadi juara. Biaya pindah itu menjadikan dia sebagai pemain paling mahal sepanjang sejarah klub Atletico Madrid.
Atletico mendapatkan Falcao dengan tidak mudah karena sang bintang juga diincar oleh dua klub Inggris, Arsenal dan Tottenham Hotspur. Kedua klub Inggris itu bahkan dikabarkan telah siap mengucurkan 26 juta pounds yang disyaratkan Porto untuk menebus Falcao.
Pada penampilan perdananya bersama Atletico, Falcao gagal membuat gol dalam pertandingan tandang melawan Valencia itu. Akan tetapi, seiring dengan semakin dekatnya hubungan dia dengan kawan-kawan satu timnya, Falcao pun mulai menunjukkan kelasnya sebagai penyerang yang sangat berbahaya.
Penyerang dengan nama lengkap Radamel Falcao Garcia Zarate itu adalah pemain andalan tim nasional Kolombia.
Sejak 2007, dia bermain bersama tim nasional dan telah menyumbangkan sembilan gol dari 31 kali penampilan.
Penyerang dengan tinggi badan 1,77 meter itu memang berasal dari keluarga sepak bola. Ayahnya, Radamel Garcia, adalah pemain sepak bola profesional dengan posisi sebagai bek di Kolombia. Nama Falcao diambil ayahnya karena kekaguman dia kepada pemain terkenal Brasil di era 1980-an dan juga pemain legenda AS Roma.
Falcao telah bermain bola sejak kanak-kanak dan kemudian masuk ke sebuah sekolah sepak bola di Kolombia. Pada usia 15 tahun, Falcao yang bermain untuk tim nasional Kolombia berusia di bawah 17 tahun menarik perhatian tim pencari bakat River Plate, dan kemudian direkrut masuk akademi sepak bola klub legendaris Argentina itu.
Sebagai pemain bola, apalagi dengan posisi penyerang, Falcao kerap menjadi sasaran tackle lawan, yang perlahan tetapi pasti kemudian membuatnya menderita cedera lutut pada Januari 2006.
Falcao pun berjuang untuk mengatasi cederanya dengan masa pemulihan yang cukup panjang, yaitu pada 2006-2007. Meski sempat bermain di 25 pertandingan, Falcao hanya mampu mencetak tiga gol selama masa pemulihan itu.
Kini, Falcao telah benar-benar pulih sebagaimana ditunjukkan pada beberapa pertandingan yang telah ia jalani.
Kehadirannya di La Liga membuat Liga Spanyol itu semakin berwarna dan menarik untuk ditonton. Seperti halnya Messi, Falcao pun jago dalam mengocek bola dan akurat tendangannya. Lebih dari itu, Falcao pun memiliki kecepatan yang lebih baik dari Messi.
Sepanjang musim 2010/2011 lalu, kehebatan Falcao sebenarnya tidak luput dari perhatian banyak pihak. Karena itu, dia ditempatkan sebagai pesepak bola terbaik dunia di urutan kelima, dengan Messi juaranya.
Kini, Falcao berada dalam satu liga bersama Messi sehingga banyak orang bisa menilai langsung siapa yang lebih hebat di antara keduanya.
Di Atletico Madrid, Falcao tidak sendirian. Di klub itu terdapat pemain berbakat asal Brasil, Diego, serta pemain tengah asal Turki, Arda Turan. Dengan dukungan yang kuat dari timnya, Falcao terlihat semakin menemukan permainan dan kemampuannya. Jadi, mari saksikan terus kiprahnya.