Perserikatan bangsa-bangsa

Mahmoud Abbas Tampil di Urutan Ke-11

Kompas.com - 23/09/2011, 22:41 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Pesiden Palestina Mahmoud Abbas akan menyampaikan permintaan agar Palestina dapat menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (23/9/2011), pada sesi pertama akan tampil 15 kepala negara dan pemerintahan.

Wartawan Kompas Joice Tauris Santi melaporkan dari New York, Abbas dijadwalkan berbicara pada urutan ke-11. Perdana Menteri Israel juga berbicara pada forum yang sama, yakni pada urutan ke-14.

Isu tentang keanggotaan penuh Palestina ini menjadi salah satu isu utama dalam Sidang Majelis Umum PBB kali ini. Presiden AS Barack Obama sebelumnya mengatakan agar Israel dan Palestina menyelesaikan terlebih dahulu persoalan di antara mereka.

Sementara itu, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengusulkan agar PBB memberi status ”pengamat negara” dari ”pengamat entitas”, seperti yang disandang Palestina saat ini. Sarkozy juga menyatakan harus ada jadwal tertentu bagi penyelesaian masalah tersebut. Dalam satu tahun, menurut usulan Sarkozy, diharapkan sudah ada kesepakatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau