McLaren Belum Menyerah

Kompas.com - 24/09/2011, 03:31 WIB

Singapura, Jumat - Pebalap tim McLaren, Lewis Hamilton, menjadi yang tercepat dalam latihan bebas pertama F1 seri Singapura, Jumat (23/9). Pencapaian ini seakan menjadi penguatan atas pernyataan tim McLaren, yang belum akan menyerah dari tim Red Bull untuk perebutan juara.

Di jalan raya Marina Bay yang diubah menjadi sirkuit, Hamilton mencatat waktu tercepat 1 menit 48,599 detik. Hamilton mencatat waktu tersebut setelah 10 kali memutari lintasan.

Pemimpin klasemen sementara dari tim Red Bull, Sebastian Vettel, menempati posisi kedua dengan selisih waktu 0,406 detik dari Hamilton. Vettel memutari lintasan sampai 15 kali untuk mencari waktu tercepat sekaligus mengenali karakteristik tikungan dan badan jalan.

Rekan setim Vettel, Mark Webber masih dapat menempati posisi ketiga meskipun sempat bersenggolan dengan Timo Glock dari tim Virgin. Webber, yang mengelilingi lintasan sampai 16 putaran, masih terpaut 1,467 detik dari Hamilton.

Duo pebalap tim Ferrari, Fernando Alonso dan Felipe Massa, menempati urutan keempat dan keenam. Sementara rekan setim Hamilton, Jenson Button, menempati urutan kelima.

Adrian Sutil memperlihatkan kecepatannya dengan menempati posisi ketujuh, di atas juara dunia tujuh kali Michael Schumacher yang berada di urutan kedelapan. Paul di Resta dan Nico Rosberg mengisi urutan kesembilan dan kesepuluh.

Sesi latihan bebas pertama tersebut harus ditunda sampai 30 menit pada awal karena ada masalah kerusakan tepian jalan yang dapat membahayakan para pebalap. Penundaan tersebut membuat waktu sesi latihan berkurang dari 90 menit menjadi 60 menit.

Belum menyerah

Meskipun Sebastian Vettel memimpin klasemen sementara dengan selisih 112 poin dari Alonso di urutan kedua yang berselisih 117 poin dari Button di urutan ketiga, tim McLaren menginstruksikan kedua pebalapnya untuk tidak berhenti bersaing dengan pebalap tim Red Bull dalam perebutan gelar juara musim 2011.

Jonathan Neale, Direktur Pelaksana Tim McLaren, mengatakan, masih ada enam seri tersisa dan 150 poin untuk diperebutkan. Tim McLaren tidak akan berhenti mengembangkan mobil pada musim 2011 untuk mengejar kemenangan demi kemenangan.

”Kami tidak suka menjadi juara kedua. Kami akan terus berinovasi untuk menjadi juara dan tidak akan membiarkan tim Red Bull merayakan apa pun sebelum musim ini berakhir,” kata Neale.

Jika pada akhir musim ternyata tim Mclaren kalah, kata Neale, setidaknya mereka memiliki mobil hasil pengembangan terbaru. Selain itu, tim Mclaren juga bakal tahu apa yang harus dilakukan pada musim 2012.

Hamilton mengatakan, dirinya akan melakukan yang terbaik untuk memenangi seri Singapura. Pebalap Inggris itu akan berusaha mendahului Vettel dan finis terdepan.

”Aku menyukai lintasan jalanan. Ada tikungan yang cepat, tetapi ada juga tikungan 90 derajat yang harus diwaspadai. Aku akan berusaha menjadi juara satu di sini,” kata Hamilton.

Persaingan di Singapura bakal seru karena Alonso dari tim Ferrari juga mengincar kemenangan. Lintasan di Singapura dinilai cocok untuk karakteristik mobil Ferrari Alonso.

Sementara itu Vettel mengatakan, dirinya sangat termotivasi untuk memenangi seri Singapura. Jika Vettel menang dan Alonso serta Button finis di luar lima besar, pebalap Jerman itu akan mempertahankan gelar juaranya pada musim 2011.

”Aku tidak ditargetkan untuk menjadi juara di Singapura. Namun, aku sangat ingin memenangi seri ini,” kata Vettel.

(AFP/Reuters/ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau