Garam

Pengelolaan Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat Buruk

Kompas.com - 24/09/2011, 11:43 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) sebenarnya baik. Tetapi sayangnya perencanaan dan realisasinya acak-acakannya sehingga kurang tepat guna dan berhasil guna.

Pandangan itu disampaikan Ketua Masyarakat Kelautan dan Perikanan (MKP) Oki Lukito, di Surabaya, Sabtu (24/9/2011) berkaitan dengan pelaksanaan Pugar yang terkesan amburadul.

Di wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur belum, petani menerima dana Pugar. Padahal dana itu saat ini sangat dibutuhkan untuk menyewa pompa air karena air sudah tidak bisa dinaik kan ke tambak dengan kincir air.

Sebagian lahan garam rakyat di desa itu mulai mengering kekurangan air. Ada yang nekad membudidayakan garam dengan air yang kurang namun hasilnya tidak optimal yaitu hanya bisa mencapai kualitas dua (K2).

Sementara itu di daerah pegaraman te rbesar di Indonesia yaitu Kabupaten Sumenep, Jatim, petani sudah menerima dana Pugar sebesar Rp 30 juta per kelompok tani yang beranggotakan 10 orang yang dibayarkan dalam dua termin. Namun, dana itu memang kurang tepat sasaran karena terlambat pencairannya.

Seharusnya dana itu dicairkan saat petani mulai menggarap lahan bulan Mei-Juni. Sebab, biaya paling besar adalah untuk penggarapan lahan. Tapi baru cair Agustus dan September.

Menurut Oki, ide Pugar se benarnya bagus untuk menolong petani garam. Tetapi pada tingkat perencanaan dan pelaksanaan buruk. Contohnya, harga garam petani sangat rendah. Untuk kualitas satu (K1) hanya berkisar Rp 540-550 per kg, padahal harga patokan pemerintah Rp 750 per kg. Untuk K2 kurang dari Rp 400 per kg padahal harga pemerintah Rp 550 per kg.

Tanpa memperbaiki harga di tingkat petani, program itu menjadi omong kosong. Itu melecehkan petani. Kebutuhan utama petani saat ini adalah jaminan harga. Jangan petani dituntut meningkatkan produksi baik kuantitatif maupun kualitatif tetapi tidak ada jaminan harga, tegas Oki.  

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau