Konferensi Parlemen Asia Tetap di Solo

Kompas.com - 26/09/2011, 21:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Solo, Jawa Tengah, tidak akan memengaruhi pelaksanaan konferensi parlemen se-Asia atau Asian Parliamentary Assembly (APA). Konferensi akan tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni 28-29 September 2011.

"Kami memutuskan tetap menyelenggarakan konferensi di Solo karena kami parlemen bukan yang bisa didikte oleh teroris. Justru kehadiran kami untuk membuktikan Solo kota yang aman dan damai, bukan kota terorisme," kata Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Hidayat Nur Wahid di kompleks Gedung DPR, Senin ( 26/9/2011 ).

Hidayat mengatakan, sampai saat ini belum ada parlemen yang membatalkan hadir. Dari 41 negara, sebanyak 17 negara sudah menyatakan tidak takut dengan terorisme.

Tema yang akan dibahas dalam APA yakni perlindungan hak pekerja migran di Asia. Rencananya, kata Hidayat, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar akan menjadi pembicara dalam acara itu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau