SUKABUMI, KOMPAS.com — Polres Sukabumi menemukan ganja kering seberat 1,529 ton di dalam truk di Kampung Cisarua, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun, polisi belum menemukan pemiliknya.
Kepala Satuan Narkoba Polres Sukabumi Ajun Komisaris Somantri, Senin (26/9/2011), menyatakan, seluruh ganja kering dalam truk itu dikemas rapi ke dalam karung yang berjumlah 35 buah.
”Dari keterangan sementara yang kami kumpulkan, ada empat orang yang kemungkinan bertanggung jawab atas ganja tersebut,” kata Somantri, Senin, di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Somantri menambahkan, polisi belum bisa menangkap mereka. Sejauh ini pihaknya baru mengetahui identitas satu dari empat orang itu. Kini barang bukti diamankan di Polres Sukabumi.
Ganja dalam jumlah banyak itu ditemukan polisi pada Minggu (25/9/2011) dini hari setelah menerima laporan Hengki (63) ke Polsek Parakansalak. Hengki adalah pemilik villa di Kampung Cisarua yang disewa oleh lima orang yang membawa truk tersebut pada Sabtu sekitar pukul 23.00.
Ganja itu disimpan dalam bak truk jenis Mitsubishi Fuso bernomor polisi BE 9202 CB. Menurut Hengki, truk itu bermuatan buah kelapa. Namun, ia curiga karena penyewa villa itu tidak memperbolehkan ia melihat ke dalam truk.
Ia juga diminta untuk tidak tidur di rumah untuk sementara waktu oleh mereka. Dari kecurigaan itulah ia lalu melapor ke polisi.
Setelah diperiksa pada Minggu dini hari, ternyata berkarung-karung ganja siap edar yang dikemas masing-masing seberat sekitar 1 kilogram disimpan di bawah tumpukan kelapa. Selain itu, polisi juga membawa mobil jenis Avanza berwarna merah bernomor polisi F 1711 UI yang diduga milik pembawa ganja.
Produksi
Di tempat terpisah, Ketua Badan Narkotika Provinsi Jabar Dede Yusuf mengatakan, penangkapan ganja seberat 1,5 ton tersebut membuktikan bahwa Jabar saat ini telah menjadi daerah untuk memproduksi narkotika.
”Kiriman bahan narkotika datang dari luar (Jabar) lalu diolah di sini, untuk kemudian dipasarkan menuju Jakarta,” kata Dede yang kemarin mencanangkan Kelurahan Subang Jaya di Kota Sukabumi sebagai Kelurahan Siaga Narkotika.
Menurut Dede, wilayah Jabar strategis sebagai sarang pembuatan narkotika karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Jakarta, provinsi dengan jumlah pengguna narkotika terbanyak se-Indonesia.
”Selain itu, banyak tempat yang cenderng terisolasi dari masyarakat, seperti area perbukitan. Di lokasi seperti ini, biasanya aktivitas perdagangan dan produksi narkotika tidak terdeteksi,” lanjut Dede.
Untuk menangkal hal tersebut, Dede meminta masyarakat untuk selalu waspada di lingkungannya. Para ketua rukun tetangga diminta untuk mengamati secara cermat aktivitas warganya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang