Semua Komponen Bangsa Harus Lakukan Deradikalisasi

Kompas.com - 26/09/2011, 22:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua komponen bangsa perlu melaksanakan deradikalisasi dan counter radikalisasi, karena potensi paham radikal berkembang di kantong-kantong jaringan kelompok radikal masih besar atau subur.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus berupaya bersama instansi lain melaksanakan program deradikalisasi dan counter radikalisasi.

Demikian disampaikan Direktur BNPT, Petrus Golose, di Jakarta Senin (26/9/2011). "Penanganan terorisme tidak bisa dilakukan oleh polisi saja. Penanganan terorisme tidak cukup dengan penegakan hukum saja," kata Golose.

Menurut Golose, paham-paham radikal, seperti terlihat dalam aksi bom bunuh diri, masih berpotensi berkembang subur di kantong-kantong jaringan kelompok radikal. Oleh karena itu, deradikalisasi dan counter radikalisasi perlu benar-benar dilaksanakan.

Deradikalisasi, lanjut Golose, merupakan upaya untuk mengubah cara berpikir atau reorientasi cara berpikir untuk orang-orang yang sudah terkena atau terpengaruh paham radikal.

Counter radikalisasi merupakan upaya antisipasi untuk orang atau kelompok masyarakat yang belum terkena atau terpengaruh paham radikal sehingga tidak terpengaruh paham radikal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau