Liga indonesia

Musim 2011/2012 Bergulir Setahun Penuh

Kompas.com - 28/09/2011, 03:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS - PSSI memutuskan, kompetisi Liga Indonesia musim 2011/2012 dipastikan bakal diikuti 24 klub yang berlaga dalam format kompetisi penuh dengan sistem laga kandang-tandang. Kompetisi bakal bergulir mulai 14 Oktober dan diperkirakan berakhir pertengahan Oktober 2012. Hal ini membuat pemain harus berlaga setahun penuh.

Kepastian peserta kompetisi 24 tim, berikut nama-nama klub mereka, diumumkan Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus dalam jumpa pers di kantor PSSI, Jakarta, Selasa (27/9). ”Peserta tetap sama dengan keputusan yang disetujui (dalam rapat Komite Eksekutif),” katanya.

Seperti telah diumumkan sebelumnya, ke-24 klub peserta Liga Indonesia 2011/2012 meliputi 14 klub peserta Liga Super Indonesia, empat klub promosi dari Divisi Utama, dan enam klub tambahan yang ditunjuk dan diputuskan dalam rapat Komite Eksekutif PSSI, pekan lalu.

Tidak dijelaskan bagaimana format promosi dan degradasi, serta belum jelas apakah ke-24 klub yang ditetapkan sebagai peserta kompetisi itu benar-benar telah memenuhi persyaratan dalam verifikasi.

”Lengkap atau tidak lengkapnya persyaratan mereka sudah tidak relevan (untuk ditanyakan). Keputusan ini telah disetujui dalam rapat Exco (Komite Eksekutif). Yang diumumkan ini sekadar menjalankan putusan Exco,” ujar Sihar.

PSSI semula menetapkan syarat dan kriteria sangat ketat yang dibuat Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menyaring klub-klub peserta kompetisi level tertinggi lewat proses verifikasi. Namun, proses verifikasi itu hanya dilakukan atas dokumen klub, tanpa verifikasi lapangan.

Verifikasi lapangan akan dilakukan AFC, tetapi hal itu tidak untuk menentukan lolos-tidaknya klub ikut kompetisi tertinggi Liga Indonesia. Verifikasi AFC itu hanya untuk menentukan apakah klub Liga Indonesia bisa tampil di Liga Champions Asia (LCA) atau tidak.

”Pilihannya tinggal bisa tampil di ACL (Liga Champions Asia) atau tidak,” ujar Sihar. Jumpa pers digelar Sihar dengan agak terburu-buru. ”Akan ada 552 laga. Kompetisi akan berakhir sekitar pertengahan Oktober 2012. Akan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” lanjut Sihar. Ditanya soal kepastian awal kompetisi, ia menjawab singkat, ”14 Oktober.”

Tim nasional senior

Di hari yang sama, tim nasional senior juga mengumumkan daftar skuad berisi 26 pemain yang disiapkan untuk menghadapi Qatar pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 di Jakarta, 11 Oktober. Pelatih timnas senior Indonesia, Wim Rijsbergen, tetap memanggil kiper Ferry Rotinsulu meski kiper Sriwijaya FC itu paling vokal berbicara di media soal penolakan terhadap pelatih Belanda tersebut.

Ferry secara terbuka pernah menyatakan menolak memperkuat tim ”Merah-Putih” selama timnas masih dilatih Rijsbergen. Pernyataan itu sebagai respons ucapan Rijsbergen yang dinilai menyalahkan pemain setelah Indonesia kalah 0-2 dari Bahrain, awal September lalu.

Situasi itu bagian dari kekisruhan antara pemain dan pelatih timnas senior yang sudah diselesaikan secara baik-baik dalam pertemuan pemain dan manajemen timnas di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (22/9).

Dari daftar 26 pemain timnas itu, Rijsbergen menambahkan beberapa pemain baru, seperti bek Arema Indonesia Purwaka Yudi Pratomo dan striker Persibo Bojonegoro Samsul Arif serta dua anggota tim U-23, yakni striker Arema Yongky Ari Wibowo dan pemain Persela Lamongan Zulham Malik Zamrun.

Untuk lini tengah, Rijsbergen malah mencoret Eka Ramdani, Okto Maniani, dan Arif Suyono. Timnas akan kembali berlatih Jumat (30/9) di Jakarta. Mereka dijadwalkan beruji coba melawan Arab Saudi di Kuala Lumpur, Malaysia, 7 Oktober mendatang. Indonesia berada di posisi juru kunci klasemen Grup E setelah kalah dua kali. (SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau