Kecelakaan pesawat

Ada Tiga Kecelakaan C-212 di Indonesia Sebelumnya

Kompas.com - 29/09/2011, 13:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampai dengan September 2011, tercatat ada 69 kecelakaan yang melibatkan CASA C-212 dengan total korban jiwa 513 orang di seluruh dunia. Dalam catatan Kompas.com, tiga di antara kecelakaan tersebut terjadi di wilayah Indonesia.

Kecelakaan pertama di Indonesia terjadi pada 22 Februari 2005 di mana pesawat C-212 milik Polri mengalami kerusakan mesin saat mendarat di Kabupaten Sarmi, Papua, dan menyebabkannya jatuh ke laut. Dari 18 anggota polisi di pesawat, 15 di antaranya meninggal.

Kedua, 26 Juni 2008 pesawat C-212 milik TNI yang terbang melakukan pemetaan wilayah dari Jakarta menuju Bogor, hilang di wilayah Gunung Salak. Dua hari kemudian bangkai pesawat ditemukan dan seluruh penumpang, yakni 12 anggota TNI dan 6 warga sipil dinyatakan tewas.  

Ketiga pada 12 Februari 2011, pesawat C-212 milik Sabang Merauke Raya Air Charter dengan 5 awak, jatuh setelah lepas landas dari Batam, saat melakukan pengujian mesin. Seluruh awaknya tewas.

Pesawat CASA 212 yang dijuluki Aviocar adalah pesawat transportasi berukuran sedang yang mampu lepas landas dan mendarat di landasan yang pendek atau STOL (short take-off and landing). Pesawat ini dikembangkan oleh perusahaan pembuat pesawat Spanyol, Construcciones Aeronáuticas SA (CASA) untuk keperluan sipil dan militer.

C-212 juga dibuat di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) di Bandung, Indonesia atas lisensi CASA.

Sayap C-212 berada di bagian atas badan pesawat yang berbentuk kotak, dan ekor konvensional. Bagian dalam pesawat cukup diisi 21-28 penumpang tergantung konfigurasinya. Karena C-212 tidak memakai bahan pressurized di tubuhnya, maka model ini digunakan dalam penerbangan yang relatif rendah (di bawah 10.000 feet atau 3000 meter di atas permukaan laut). Pesawat ini juga ideal dipakai dalam penerbangan jarak pendek.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau