Terpilih Jadi Hakim Agung, Gayus Mundur dari PDI-P

Kompas.com - 29/09/2011, 22:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Gayus Lumbuun akan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta keanggotaanya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan setelah dirinya terpilih sebagai calon hakim agung.

Gayus mengatakan, aturan di Mahkamah Agung (MA) melarang hakim agung merangkap sebagai anggota partai. "Setelah saya dapat pemberitahuan resmi dari anggota DPR, segera saya akan menyatakan mundur. Itu aturan," kata Gayus ketika dihubungi, Kamis (29/9/2011) malam.

Gayus dimintai tanggapan atas terpilihnya sebagai hakim agung dalam voting yang dilakukan 56 anggota Komisi III. Gayus berada di posisi kedua dengan jumlah 44 suara. Diposisi pertama yakni Suhadi (51 suara), ketiga Nurul Elmiyah (42 suara), lalu Andi Samsan (42 suara), Dudu Duswara (34 suara), dan Harry Djatmiko (28 suara).

Atas terpilihnya, Gayus mengaku bersyukur. "Tidak merasa hebat karena lolos. Tapi saya bersyukur karena diberi kemudahan, bukan oleh manusia. Jadi jangan disalah artikan. Saya merasa dimudahkan oleh Yang Maha Kuasa untuk saya bisa menyalurkan pengabdian saya di tempat lain," kata dia.

Janji Gayus

Gayus berjanji akan independen, netral, dan objektif dalam memutus perkara di MA nantinya. Calon hakim agung dari non karir itu tak akan membela jika ada kader PDI-P yang berkasus di MA.

"Tetapi saya juga tidak boleh pamer untuk memberatkan (hukuman) karena saya harus objektif dan independen. Tidak boleh sesuatu pun yang boleh melebihi hukum. Jadi hukum berlaku juga kepada saya sebagai hakim, dan juga kepada orang yang diperiksa dari kalangan manapun," papar Gayus.

Sebelumnya, Gayus sudah mundur dari Komisi III setelah Komisi Yudisial meloloskan namanya. Langkah itu dia ambil agar mencegah konflik kepentingan saat fit and proper test. Setelah mengajukan mundur dari anggota DPR, akan dilakukan proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk menggantikan posisi Gayus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau