Marzuki: KPK Tidak Konsisten

Kompas.com - 30/09/2011, 14:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPR Marzuki Ali mengkritik ketidakhadiran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rapat konsultasi terkait keluhan Badan Anggaran DPR.

Marzuki mengaitkan penolakan hadir pimpinan KPK itu dengan pertemuan antara pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dengan Muhammad Nazaruddin.

"Kemarin kita aneh. Ketemu orang di luar (Gedung KPK), pribadi, datang ke rumah orang mau. Ini institusi (DPR), ada dasar hukum, undang-undangnya, kok, malah tidak mau (datang). Alasan menjaga kredibilitas. Ini yang tidak konsisten," kata Marzuki di Kompleks DPR, Jumat (30/9/2011).

Marzuki meminta jangan dipersepsikan pemanggilan Ketua KPK, Jaksa Agung, dan Kepala Polri sebagai bentuk intervensi dalam penegakan hukum. Pihaknya hanya ingin mengklarifikasi perihal pemeriksaan empat pimpinan Badan Anggaran sebagai saksi dalam kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Pimpinan Badan Anggaran, kata Marzuki, ingin memperjelas kapasitas pemeriksaan mereka apakah saksi fakta atau saksi ahli. Selain itu, tambah dia, pimpinan Banggar merasa disudutkan dengan pemeriksaan itu. Akhirnya, pimpinan Banggar menyerahkan tanggung jawab kepada pimpinan DPR.

"Pimpinan Banggar merasa ada tarik-menarik politik di sana. Jadi, seolah-olah pimpinan Banggar ini penjahat. Mereka khawatir stigma ini membuat mereka bekerja tidak fokus dan tidak konsentrasi dan mengganggu target-target pembahasan RAPBN 2012," papar politisi Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, dalam rapat konsultasi kemarin, hanya Jaksa Agung dan Kapolri yang hadir. KPK tidak hadir dengan alasan menjaga kredibilitas lantaran KPK tengah menangani perkara di Kemnakertrans.

Pimpinan DPR memutuskan kembali memanggil pimpinan KPK, Senin pekan depan. Rencananya, pertemuan itu tidak mengikutsertakan pimpinan Banggar dan berlangsung terbuka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau