JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPR Marzuki Ali mengkritik ketidakhadiran pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rapat konsultasi terkait keluhan Badan Anggaran DPR.
Marzuki mengaitkan penolakan hadir pimpinan KPK itu dengan pertemuan antara pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dengan Muhammad Nazaruddin.
"Kemarin kita aneh. Ketemu orang di luar (Gedung KPK), pribadi, datang ke rumah orang mau. Ini institusi (DPR), ada dasar hukum, undang-undangnya, kok, malah tidak mau (datang). Alasan menjaga kredibilitas. Ini yang tidak konsisten," kata Marzuki di Kompleks DPR, Jumat (30/9/2011).
Marzuki meminta jangan dipersepsikan pemanggilan Ketua KPK, Jaksa Agung, dan Kepala Polri sebagai bentuk intervensi dalam penegakan hukum. Pihaknya hanya ingin mengklarifikasi perihal pemeriksaan empat pimpinan Badan Anggaran sebagai saksi dalam kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Pimpinan Badan Anggaran, kata Marzuki, ingin memperjelas kapasitas pemeriksaan mereka apakah saksi fakta atau saksi ahli. Selain itu, tambah dia, pimpinan Banggar merasa disudutkan dengan pemeriksaan itu. Akhirnya, pimpinan Banggar menyerahkan tanggung jawab kepada pimpinan DPR.
"Pimpinan Banggar merasa ada tarik-menarik politik di sana. Jadi, seolah-olah pimpinan Banggar ini penjahat. Mereka khawatir stigma ini membuat mereka bekerja tidak fokus dan tidak konsentrasi dan mengganggu target-target pembahasan RAPBN 2012," papar politisi Partai Demokrat itu.
Seperti diberitakan, dalam rapat konsultasi kemarin, hanya Jaksa Agung dan Kapolri yang hadir. KPK tidak hadir dengan alasan menjaga kredibilitas lantaran KPK tengah menangani perkara di Kemnakertrans.
Pimpinan DPR memutuskan kembali memanggil pimpinan KPK, Senin pekan depan. Rencananya, pertemuan itu tidak mengikutsertakan pimpinan Banggar dan berlangsung terbuka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang