Bupati Mentawai Dicari

Kompas.com - 30/09/2011, 15:16 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Edison Saleleubaja, Jumat (30/9/2011) dicari keberadaannya. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan itu terkait dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bencana tsunami 25 Oktober 2010.

Irwan mengatakan hal itu terkait dengan proses alih fungsi lahan untuk penempatan kembali korban tsunami. Saat ini sebagian besar korban tsunami berada di lokasi hunian sementara yang termasuk dalam kawasan hutan produksi perusahaan pemegang konsensi HPH.

"Saat ini penanganan permukiman bagi korban tunami di Mentawai terkendala lahan yang merupakan hutan produksi. Kita surati Menteri Kehutanan yang dijawab Dirjen jika lewat jalur normal akan butuh waktu dua tahun," kata Irwan.

Karena itulah diputuskan menemui langsung Menteri Kehutanan dan persoalan itupun dibawa ke sidang kabinet dengan penyelesaian cepat yang akan dilakukan. Namun, salah satu persyaratan yang mesti dipenuhi ialah sebuah surat dari Bupati Mentawai yang hingga saat ini masih tertinggal.

Entah dimana bupati sekarang. Karena kami ingin cepat, uangnya sudah ada, kata Irwan.

Berdasarkan catatan Kompas pada akhir Juli lalu, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbar Fachmi menyatakan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Edison Saleleubaja sudah dikenakan status cegah tangkal sejak Juni lalu.

Fachmi menegaskan Edison dibidik sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana PSDH (Provisi Sumber Daya Hutan) tahun 2003-2004. Kasus yang terungkap pada 2005 itu merugikan negara sebesar Rp 1,5 miliar.

Sementara itu, telepon genggam Bupati Mentawai Edison Saleleubaja tidak aktif saat dihubungi Kompas pada hari yang sama. Demikian pula dengan nomor telepon genggam lain yang sebelumny a bisa dipergunakan untuk menghubungi Edison.    

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau