Kurang Saksi, Polisi Kesulitan Usut Perampasan Kaset

Kompas.com - 30/09/2011, 18:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan akan memanfaatkan seluruh informasi yang terkait dengan perampasan kaset wartawan Trans7, Oktaviardi, saat meliput tawuran siswa SMA di Bulungan, Jakarta Selatan, pada Jumat (16/9/2011).

Cara ini dilakukan karena hingga saat ini pihak kepolisian masih merasa kesulitan karena belum ada saksi atas kejadian tersebut.

"Masih belum ada saksi yang jelas, agak mentok. Paling dikembangkan dari jaringan-jaringan di lapangan untuk informasi di sekitar lokasi kejadian," ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Bes Imam Sugianto saat ditemui di Markas Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2011).

Meski demikian, lanjut Imam, penelusuran kasus tersebut akan terus diselidiki hingga sampai ke titik terang. Sebelumnya diberitakan, penyerangan terhadap wartawan ini bermula ketika Oktaviardi meliput tawuran pada Jumat lalu, antara SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70, yang jaraknya berdekatan. Ketika mengambil gambar, dia diintimidasi dan kaset rekamannya diminta paksa oleh beberapa orang yang diduga siswa SMA Negeri 6.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau