JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan akan memanfaatkan seluruh informasi yang terkait dengan perampasan kaset wartawan Trans7, Oktaviardi, saat meliput tawuran siswa SMA di Bulungan, Jakarta Selatan, pada Jumat (16/9/2011).
Cara ini dilakukan karena hingga saat ini pihak kepolisian masih merasa kesulitan karena belum ada saksi atas kejadian tersebut.
"Masih belum ada saksi yang jelas, agak mentok. Paling dikembangkan dari jaringan-jaringan di lapangan untuk informasi di sekitar lokasi kejadian," ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Bes Imam Sugianto saat ditemui di Markas Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2011).
Meski demikian, lanjut Imam, penelusuran kasus tersebut akan terus diselidiki hingga sampai ke titik terang. Sebelumnya diberitakan, penyerangan terhadap wartawan ini bermula ketika Oktaviardi meliput tawuran pada Jumat lalu, antara SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70, yang jaraknya berdekatan. Ketika mengambil gambar, dia diintimidasi dan kaset rekamannya diminta paksa oleh beberapa orang yang diduga siswa SMA Negeri 6.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang