Kotawaringin Timur Kekurangan Beras 21.973 Ton

Kompas.com - 02/10/2011, 15:30 WIB

SAMPIT, KOMPAS.com - Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, selama 2010 mengalami kekurangan beras sebanyak 21.973 ton.

"Bahkan kekurangan beras di Kotawaringin Timur terjadi sejak 2006 hingga 2010," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kotawaringin Timur I Made Dikantara, di Sampit, Minggu (2/10/2011).

Pada 2006 kekurangan beras di Kotawaringin Timur mencapai 11.328 ton, 2007 sebanyak 9.617 ton, 2008 kekurangan 20.640 ton, 2009 kekurangan 29.255 ton dari yang butuhkan sebanyak 44.287 ton atau hanya mampu terpenuhi 15.032 ton.

Sedangkan pada 2010 Kotawaringin Timur membutuhkan beras sebanyak 50.095 ton, tetapi terpenuhi hanya 28.122 ton atau mengalami kekurangan 21.973 ton.

Menurut dia, belum terpenuhinya kebutuhan beras di wilayah Kotawaringin Timur karena sarana dan prasarana pertanian masih kurang memadai.

Luas sawah produktif di Kabupaten Kotawaringin saat ini mencapai 17 ribu hektare lebih yang terdiri dari lahan basah dan lahan kering. Menurut Dikantara, pemerintah daerah pada 2011 akan meningkatkan produksi beras guna mengatasi kekurangan tersebut.

Produksi beras pada 2011 ditargetkan mencapai 47.634 ton dari sasaran panen seluas 16.755 hektar. Namun target tersebut tidak dapat terpenuhi karena pada musim tanam April-September (Asep) 2011 mengalami gagal panen, terutama pada bulan Juni, Juli dan Agustus.

"Gagal panen pada tiga bulan terakhir di musim tanan Asep karena sebagian sawah petani mengering akibat kemarau yang luasannya mencapai 7.000 hektare lebih," katanya.

Untuk mengatasi kekurangan beras tersebut, pada pertengahan 2011 pemerintah daerah mencetak sawah seluas 300 hektare dan pembiayaannya di alokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Proyek cetak sawah baru seluas 300 hektare tersebut berada di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur, yakni di Kecamatan Teluk Sampit dan Mentawa Baru Hulu Selatan dan pengerjaannya saat ini telah mencapai 70 persen.

Cetak sawah seluas 300 hektare itu berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No.027/317/SG tertanggal 1 Februari 2011 perihal peningkatan produksi beras nasional.

"Untuk melaksanakan gerakan peningkatan produksi beras nasional (P2BN) itu nantinya pemerintah daerah akan membentuk poskomando dan akan melibatkan instansi terkait serta seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kotawaringin Timur," katanya.

Dari program tersebut nantinya pemerintah pusat akan memberikan bantuan bibit unggul bermutu (BUB) kepada petani secara gratis.

Bantuan BUB yang akan dibagikan kepada petani nantinya ada dua jenis, yakni BUB untuk 3 ribu hektar padi sawah dan 2 ribu hektar untuk padi ladang dan setiap hektarnya akan mendapatkan bantuan benih padi sebanyak 25 hingga 30 kilogram.

"Dengan adanya program pemerintah pusat tersebut diharapkan kekurangan beras di wilayah Kotawaringin Timur dapat teratasi," katanya.

Dikantara mengungkapkan, upaya lain untuk mengatasi kekurangan beras di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Distanak telah mengusulkan pembebesan lahan seluas 117 ribu hektare ke Menteri Kehutanan.

"Lahan tersebut nantinya akan dijadikan sebagai lahan persawahan dan penggarapannya sendiri akan dilakukan secara bertahap. Untuk mampu berswasembada beras Kotawaringin Timur harus memiliki luasan sawah produktif minimal 30 hektar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau