jakarta, kompas -
Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Jakarta, akhir pekan lalu.
Kepastian ini sangat ditunggu karena pembangunan pelabuhan ini dirasa sangat lama. Pelabuhan ini mulai dikerjakan tahun 2003 dan baru akan selesai tahun 2012. Padahal, luas pelabuhan ini hanya sekitar tiga hektar dengan anggaran Rp 130 miliar.
Sementara masyarakat di Kepulauan Seribu sangat membutuhkan infrastruktur pelabuhan berkaitan dengan tumbuhnya pariwisata bahari di Kepulauan Seribu akhir-akhir ini. Saat ini sedikitnya 5.000 wisatawan mengunjungi pulau-pulau di Kepulauan Seribu setiap minggunya. Jumlah yang cukup besar dan bisa menggerakkan roda perekonomian di satu-satunya kabupaten di Jakarta ini.
”Saya optimistis Dermaga Penumpang Muara Angke sudah bisa dioperasikan tahun depan. Dermaganya sendiri sudah selesai dibangun. Namun, ada yang masih dikerjakan, seperti membangun sarana penunjang
Apabila pelabuhan sudah dioperasikan, maka penyeberangan orang dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu akan difokuskan ke Dermaga Penumpang Muara Angke. Sementara itu dermaga yang saat ini digunakan, yakni di dekat Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke dan Marina, tidak akan lagi digunakan.
Dengan dioperasikannya dermaga ini, standar keselamatan penyeberangan juga akan diperketat. Misalnya, untuk kapal berukuran di atas 7 gros ton (GT) harus memiliki sertifikat dari Kementerian Perhubungan. Sementara yang di bawah 7 GT harus memiliki izin dari Perairan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. ”Sertifikat ini sama seperti STNK pada mobil dan motor. Semua kapal harus punya STNK. Mereka tidak bisa sembarangan mengangkut penumpang,” tutur Pristono.
Untuk pengawasan transportasi laut ini, Pristono mengatakan, Kementerian Perhubungan yang akan mengambil peran lebih besar.
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menuturkan, pihaknya sangat peduli dengan transportasi laut. Transportasi air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pola transportasi makro di Jakarta.
”Saat ini kondisi sarana dan prasarana transportasi laut kita belum begitu baik. Ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melainkan juga Kementerian Perhubungan dan syahbandar. Namun, saya rasa sudah waktunya Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan apa yang sudah direncanakan secara bertahap,” papar Fauzi.
Walaupun belum memenuhi standar yang diharapkan, Fauzi menjamin transportasi laut yang diselenggarakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan sangat aman. ”Masyarakat juga banyak yang menyelenggarakan dengan standar yang tidak sama. Ini yang harus ditertibkan agar standarnya sama,” ucap dia.
Namun, Fauzi menegaskan, tidak akan secara drastis mengurangi dan menghentikan kegiatan masyarakat yang sudah menjadi tulang punggung ekonomi Kepulauan Seribu ini.
”Jika Pelabuhan Muara Angke beroperasi, semua bisa diperbaiki,” tutur Fauzi.