Infrastruktur

Pelabuhan Muara Angke Beroperasi Tahun 2012

Kompas.com - 03/10/2011, 05:14 WIB

jakarta, kompas - Pelabuhan Muara Angke yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Seribu akan segera dioperasikan. Diperkirakan pelabuhan ini akan dibuka pada 2012.

Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kepastian ini sangat ditunggu karena pembangunan pelabuhan ini dirasa sangat lama. Pelabuhan ini mulai dikerjakan tahun 2003 dan baru akan selesai tahun 2012. Padahal, luas pelabuhan ini hanya sekitar tiga hektar dengan anggaran Rp 130 miliar.

Sementara masyarakat di Kepulauan Seribu sangat membutuhkan infrastruktur pelabuhan berkaitan dengan tumbuhnya pariwisata bahari di Kepulauan Seribu akhir-akhir ini. Saat ini sedikitnya 5.000 wisatawan mengunjungi pulau-pulau di Kepulauan Seribu setiap minggunya. Jumlah yang cukup besar dan bisa menggerakkan roda perekonomian di satu-satunya kabupaten di Jakarta ini.

”Saya optimistis Dermaga Penumpang Muara Angke sudah bisa dioperasikan tahun depan. Dermaganya sendiri sudah selesai dibangun. Namun, ada yang masih dikerjakan, seperti membangun sarana penunjang brickwater (penghalang ombak), kantor, serta akses jalan menuju ke dermaga,” kata Pristono.

Apabila pelabuhan sudah dioperasikan, maka penyeberangan orang dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu akan difokuskan ke Dermaga Penumpang Muara Angke. Sementara itu dermaga yang saat ini digunakan, yakni di dekat Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke dan Marina, tidak akan lagi digunakan.

Dengan dioperasikannya dermaga ini, standar keselamatan penyeberangan juga akan diperketat. Misalnya, untuk kapal berukuran di atas 7 gros ton (GT) harus memiliki sertifikat dari Kementerian Perhubungan. Sementara yang di bawah 7 GT harus memiliki izin dari Perairan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. ”Sertifikat ini sama seperti STNK pada mobil dan motor. Semua kapal harus punya STNK. Mereka tidak bisa sembarangan mengangkut penumpang,” tutur Pristono.

Untuk pengawasan transportasi laut ini, Pristono mengatakan, Kementerian Perhubungan yang akan mengambil peran lebih besar.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menuturkan, pihaknya sangat peduli dengan transportasi laut. Transportasi air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pola transportasi makro di Jakarta.

”Saat ini kondisi sarana dan prasarana transportasi laut kita belum begitu baik. Ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melainkan juga Kementerian Perhubungan dan syahbandar. Namun, saya rasa sudah waktunya Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan apa yang sudah direncanakan secara bertahap,” papar Fauzi.

Walaupun belum memenuhi standar yang diharapkan, Fauzi menjamin transportasi laut yang diselenggarakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan sangat aman. ”Masyarakat juga banyak yang menyelenggarakan dengan standar yang tidak sama. Ini yang harus ditertibkan agar standarnya sama,” ucap dia.

Namun, Fauzi menegaskan, tidak akan secara drastis mengurangi dan menghentikan kegiatan masyarakat yang sudah menjadi tulang punggung ekonomi Kepulauan Seribu ini.

”Jika Pelabuhan Muara Angke beroperasi, semua bisa diperbaiki,” tutur Fauzi. (ARN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau