WASHINGTON, KOMPAS.com — Menteri Pertahanan AS Leon Panetta, Minggu (2/10/2011), mengatakan, revolusi Arab telah menyebabkan Israel "kian terisolasi" di Timur Tengah. Keunggulan militer negara itu mungkin tidak mampu mengangkat posisi diplomatiknya yang melemah.
Panetta mengatakan hal itu kepada wartawan dalam perjalanan pesawat menuju Israel, sebagai bagian dari tur ke Timur Tengah. Ia mengatakan, penting bagi Israel untuk menjalin hubungan dengan Mesir dan negara-negara lain di kawasan itu yang telah terbukti merupakan mitra berharga di masa lalu.
"Tidak banyak pertanyaan dalam pikiran saya soal mereka (Israel) mempertahankan keunggulan (militer). Namun, ada pertanyaan yang harus Anda tanyakan, yaitu apakah cukup mempertahankan keunggulan militer saat Anda mengisolasi diri di arena diplomatik?" kata Panetta. "Pada saat dramatis seperti ini di Timur Tengah ketika ada begitu banyak perubahan, bukan situasi yang baik bagi Israel dengan menjadi semakin terisolasi. Tapi, justru itulah yang sedang terjadi," katanya.
Panetta, yang dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Israel dan Palestina pada Senin ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir dan ke sebuah sesi pertemuan dengan NATO di Brussels pada pekan ini, mengatakan, Israel perlu memperbaiki hubungan diplomatiknya dengan negara-negara seperti Mesir dan Turki. Washington, kata Paneta, siap membantu langkah itu. "Saya berpikir tentang keamanan kawasan tersebut, benar-benar penting bahwa kita melakukan segala kemungkinan untuk mencoba membantu mereka (Israel) dalam membangun kembali hubungan dengan negara-negara seperti Turki dan Mesir," kata Panetta.
Menurut Paneta, berakhirnya era Hosni Mubarak di Mesir dan pergolakan rakyat di tempat lain di Timur Tengah telah memunculkan keraguan akan premis yang mendasari keamanan Israel. Panetta mengatakan, para pemimpin Israel sepenuhnya menyadari tantangan sulit yang mereka hadapi. "Saya pikir mereka mengetahui bahwa penting untuk mencoba melakukan apa pun yang mereka bisa untuk mencoba memperbaiki hubungan mereka," katanya.
Seorang juru bicara Panetta, George Little, mengatakan, Kepala Pentagon itu melihat keterisolasian Israel sebagai produk dari aksinya sendiri serta peristiwa-peristiwa yang ada di luar kontrolnya, termasuk dukungan Iran terhadap para militan yang memusuhi Israel.
Dalam pembicaraan dengan mitranya dari Israel, Menteri Pertahanan Ehud Barak dan para pemimpin Israel dan Palestina lainnya, Panetta mengatakan, ia akan mendesak kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan. "Pesan utama saya untuk kedua belah pihak adalah Anda tidak akan kehilangan apa pun, Anda tidak akan kehilangan apa pun dengan maju ke perundingan."
Dia mengulang sikap Pemerintah AS bahwa Palestina harus mengejar tujuannya, yaitu menjadi sebuah negara, tetapi melalui pembicaraan damai, dan bukan melalui resolusi PBB. "Satu hal yang telah dibuat jelas, dan itu sudah dibuat jelas oleh Presiden (AS), sudah dibuat jelas oleh Menteri Luar Negeri AS, adalah bahwa Anda tidak akan mencapai perdamaian Timur Tengah dengan mencoba untuk menembakkan hal itu di PBB. Satu-satunya cara Anda akan mencapainya adalah dengan negosiasi."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang