ROMA, SENIN - Bermainlah seperti Barcelona. Keinginan itu belakangan kerap terdengar di Italia, seperti ucapan Silvio Berlusconi kepada pemain AC Milan. Milan gagal memenuhi keinginan bosnya dan kalah 0-2 pada lanjutan Serie A, Minggu (2/10). Juventus seperti lebih mendengar suara Berlusconi.
Milan pulang dengan tangan hampa setelah gawang mereka dijebol dua gol gelandang Claudio Marchisio hanya pada tiga menit terakhir. Juventus tampil dominan sejak menit awal, dan beberapa kali gagal melancarkan serangan ke gawang kiper Christian Abbiati.
Sehari sebelum laga tersebut, Sabtu (1/10), Berlusconi mendatangi pemain Milan di kamp latihan mereka, Milanello, dan menyatakan, ”Kami harus bermain lebih sering seperti Barcelona. Kami harus bisa mempertahankan penguasaan bola dalam 15 menit terakhir.”
Italia menggandrungi permainan gaya Barcelona, terutama setelah pelatih timnas negeri itu, Cesare Prandelli, menorehkan kemenangan demi kemenangan lewat permainan yang dinilai banyak mengadopsi gaya Barcelona. Bahkan, bos Napoli, Aurelio de Laurentiis, mengklaim serupa, timnya bermain seperti Barcelona. Napoli belakangan tampil memukau dan terakhir melibas Inter Milan 3-0.
Taktik brilian Conte
Pada laga di Stadion Juventus, Minggu malam waktu setempat atau Senin dini hari WIB, tuan rumah lebih banyak mempertahankan penguasaan bola dan menekan ketika kehilangan bola. Pelatih Juventus Antonio Conte memainkan skema 4-1-4-1, berbeda dengan skema 4-3-3 atau sekarang 3-4-3 khas Barcelona.
Namun, mereka berupaya untuk mempertahankan penguasaan bola lewat umpan-umpan cepat dan menikam meski dengan kreativitas yang belum sepadan dengan Barcelona. Skema itu membuat Juventus mampu memutus suplai bola serangan Milan yang bermain dengan 10 pemain pada menit-menit terakhir karena gelandang Kevin-Prince Boateng mendapat kartu merah.
Sepanjang laga, Milan hanya dapat melepaskan empat tendangan. Tidak ada satu pun tendangan itu dari striker Zlatan Ibrahimovic, dan hanya satu yang tepat ke sasaran gawang.
”Kami bermain bagus dengan berbagai perspektif, pendekatan, dan intensitas. Semua kami kerjakan baik. Kami membuat banyak peluang. Kerja bagus bagi semua pemain,” kata Conte.
Kemenangan itu membuat Juventus kembali berkuasa di puncak klasemen sementara dengan nilai 11, unggul selisih gol dari Udinese yang membungkam Bologna 2-0. Kedua gol Bologna dicetak bek tengah asal Maroko, Mehdi Benatia, dan penalti kapten Antonio Di Natale.
Sementara Milan terpuruk di peringkat ke-15, hanya unggul satu poin di atas klub satu kota Inter Milan yang terjerembap di urutan ke-17. ”Kami tampil selalu bagus di setiap laga musim ini, tetapi ini permainan terburuk kami,” kata Massimiliano Allegri, Pelatih Milan.
Berbeda dengan tren yang terjadi di Italia, Pelatih Udinese Francesco Guidolin justru tidak suka jika timnya dikaitkan dengan gaya permainan Barcelona.
”Hasil ini benar-benar memuaskan walaupun saya marah saat mendengar orang di tribune membandingkan kami dengan Barcelona,” ujar Guidolin.
Barcelona ke puncak
Barcelona yang menjadi acuan klub-klub Italia akhir-akhir ini membuktikan diri pantas menjadi kiblat permainan sepak bola. Mereka menang tipis 1-0 di kandang Sporting Gijon lewat gol Adriano Correia menit ke-12. Namun, hasil itu mengantarkan mereka ke puncak klasemen.
Hasil itu merupakan kemenangan tandang pertama skuad asuhan Pelatih Pep Guardiola. Mereka mengumpulkan nilai 14, sama dengan Levante, tetapi lebih unggul selisih gol. Real Madrid menempel mereka setelah melipat Espanyol 4-0. Tiga gol di antaranya diborong striker Gonzalo Higuain. Kini, jarak Madrid dan Barcelona hanya terpisah satu poin.
Selain Madrid, dua tim lainnya yang juga mengantongi nilai 13 adalah Malaga dan Valencia. Malaga memukul Getafe 3-2, sedangkan Valencia menundukkan Granada dengan skor tipis 1-0. Mengantongi kemenangan dari laga pekan ini, klub-klub besar berada di papan atas klasemen.
”Saya lebih suka jika mendapat satu poin lagi, tetapi satu poin itu tidak ada,” kata Jose Mourinho, Pelatih Real Madrid.
”Tim yang harus mendapat perhatian adalah Levante. Mereka klub terkecil, tidak mendapat perhatian yang sama dan mereka pantas mendapatkannya,” ujar Mourinho.
Sevilla tersendat di peringkat keenam setelah tertahan imbang 0-0 di kandang Atletico Madrid. Nilai mereka 12, tetapi unggul selisih gol atas rival sekota, Real Betis.
(AP/AFP/REUTERS/GUARDIAN/SAM)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang