Keamanan transpiortasi

Operasi Penertiban Terus Dilakukan

Kompas.com - 04/10/2011, 09:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Operasi penertiban terhadap angkutan umum, khususnya angkutan kota (angkot), terus digelar. Hari ini, rencananya operasi yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu itu akan digelar di Terminal Klender, Terminal Cililitan, dan Terminal Manggarai.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, operasi ini akan terus dilakukan sampai angkot benar-benar aman untuk dimanfaatkan oleh warga Jakarta. "Kami berharap pemilik angkot secara sukarela memperbaiki angkotnya. Kaca film yang lebih dari 30 persen kepekatannya dicopot, rem, bodi, semuanya diperbaiki. Surat-surat juga dilengkapi. Sopir juga dilihat kesehatan mentalnya," kata Pristono, Selasa (4/10/2011).

Setiap hari, dinas perhubungan menggelar razia di tiga terminal yang berbeda, dengan rata-rata angkot yang diperiksa 200 unit. Dengan demikian, diharapkan angkot yang terjaring merata di seluruh Jakarta. 

Yang dirazia tidak hanya kepekatan kaca film di jendela angkot, tetapi juga kelaikan jalan, surat-surat kendaraan, dan izin mengemudi dari pengemudi. Razia ini berawal dari  rasa khawatir warga Jakarta untuk naik angkot karena adanya dua kali peristiwa perkosaan di dalam angkot. Salah satu penyebab peristiwa ini tidak diketahui massa karena angkot memakai kaca film yang kepekatannya lebih dari 30 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau