Indonesia Petik Pelajaran Berharga dari Arab

Kompas.com - 07/10/2011, 21:24 WIB

SELANGOR, KOMPAS.com - Tim nasional Indonesia sukses menahan imbang tanpa gol Arab Saudi dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Selangor, Malaysia, Jumat (7/10/2011). Terlepas dari hasil tersebut, pelatih Wim Rijsbergen mengaku senang karena pasukan "Merah Putih" mendapatkan pelajaran berharga dari pertandingan persahabatan ini.

Hasil ini cukup memuaskan setelah Hamka Hamzah dan kawan-kawan sempat diganggu masalah disharmonisasi setelah menuai dua kakalahan beruntun pada babak penyisihan Pra Piala Dunia 2014 Brasil. Apalagi, hasil ini menjadi modal penting bagi timnas saat melawan Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (11/10/2011) nanti.

"Kami mencoba formasi dengan menurunkan pemain muda dan tampaknya mereka bisa menjalankan tugas dengan baik," kata Rijsbergen usai pertandingan.

"Ada banyak peluang mencetak gol, sayang gagal teruwujud. Tapi bukan itu tujuan akhir kami. Sebab, kami hanya ingin melihat sejauh mana permainan yang ditampilkan di lapangan. Laga hari ini cukup baik buat kami jelang menghadapi Qatar," sambung pelatih asal Belanda itu.

Namun, Rijsbergen tidak bisa menggaransi apakah materi pemain yang turun dalam laga persahabatan ini akan menjadi starter dalam pertandingan melawan Qatar.

"Pemain kami banyak yang sedang dalam proses penyembuhan. Karena itu, kami akan melihat lagi siapa saja yang akan tampil sebagai starter saat melawan Qatar. Intinya, semua pemain punya kesempatan yang sama," beber Rijsbergen.

Pada pertandingan tadi, Indonesia yang tampil dalam tempo sedang sempat dikejutkan pergerakan Osama Mabrook Al Harbi dari sektor kiri pada menit ketiga. Gempuran bertubi-tubi terus dilancarkan pemain Arab Saudi yang membuat lini belakang timnas Indonesia harus bekerja keras.

Satu pergerakan striker Yaseer Saeed Al Qahtani sempat mengancam gawang Indonesia lima menit kemudian. Beruntung, Supardi yang tampil impresif mengawal lini belakang mampu menghalau pergerakan bomber Arab Saudi tersebut, sehingga gawang Indonesia kembali aman.

Setelah itu, perlahan anak asuh Wim Risjbergen berusaha bangkit melalui pergerakan tiga striker yang coba dimainkan. Gelandang Ahmad Bustomi sempat mendapat peluang mencetak gol, setelah berhasil menerobos jantung pertahanan Arab Saudi usai sukses menghalau bola umpan dari pemain belakang lawan. Hanya saja, ia justru memilih menahan bola dan memberikan kepada Cristian Gonzales. Padahal saat itu, ia sudah tidak terkawal dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Arab Saudi, Ali Waleed Abdullah.

Peluang Indonesia kembali diperoleh M Ilham. Gelandang lincah asal Persija Jakarta ini bahkan tercatat dua kali memiliki kesempatan menjaringkan gol ke gawang Arab Saudi. Karena kurang tenang, sehingga tendangannya selalu jauh dari sasaran.

Keasyikan menyerang, gawang Indonesia kembali terancam pada menit akhir babak pertama. Melalui kerjasama satu dua, sontekan Abdulaziz Saeed Adawsari nyaris memperdaya kiper I Made Wirawan yang menjadi bintang lapangan bagi Timnas Indonesia di laga ujicoba melawan Arab Saudi.

Tapi hal itu langsung dibalas dengan serangan cepat dari skuad 'Merah Putih' yang berujung pada tendangan keras Ahmad Bustomi. Sayangnya, karena kurang tenang, lagi-lagi kesempatan mencetak gol gagal terwujud. Babak pertama pun ditutup dengan skor imbang tanpa gol.

Memasuki babak kedua, tempo permainan kembali meninggi. Hal tersebut karena kedua tim berusaha tampil terbuka agar bisa mencetak gol. Terlebih setelah keduanya memasukkan beberapa pemain untuk menambah daya dobrak.

Kedua tim secara berganti menciptakan peluang berbahaya. Termasuk sontekan Irfan Bachdim di penghujung laga yang nyaris mempermalukan Arab Saudi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau