Penurunan peringkat itu antara lain karena pengurangan dukungan dana dari pemerintah. Moody’s, Jumat (7/10), menyatakan memilih menurunkan peringkat lima bank besar dan tujuh bank kecil seiring langkah pemerintah yang secara signifikan menurunkan dukungan jangka menengah dan jangka panjang.
Penurunan itu tidak menyentuh bank besar lainnya, seperti HSBC, Barclays, atau Standard Chartered.
Moody’s menambahkan, Pemerintah Inggris tampaknya lebih memilih membiarkan bank-bank kecil bangkut jika perlu.
Pengumuman Moody’s ini keluar setelah Uni Eropa mewacanakan rekapitalisasi bank di kawasan tersebut untuk mencegah agar krisis utang di zona euro merebak ke tempat lain. Sebenarnya, sejak Mei lalu, Moody’s telah memperingatkan bahwa akan menurunkan peringkat perbankan Inggris.
Dampak dari penurunan peringkat ini antara lain perbankan Inggris akan diharuskan membayar tingkat suku bunga lebih tinggi lagi jika mencari pinjaman ke pasar finansial. Penurunan peringkat juga dinilai sebagai risiko tambahan. Jika perbankan semakin sulit mengakses permodalan, kesehatan keuangan mereka juga akan terkena dampaknya.
Adapun dampak langsungnya, saham-saham bank yang terkena penurunan peringkat langsung melorot di bursa saham London. Saham Royal Bank of Scotland (RBS) turun 3,53 persen menjadi 23,5 pence atau Rp 3.200 dan saham Lloyds Banking Group induk perusahaan Lloyds TSB turun 3,64 persen menjadi 34,56 pence atau Rp 4.800.
Pada saat yang bersamaan, indeks utama bursa London FTSE 100 turun 0,41 persen menjadi 5.269,74.
RBS menyatakan kecewa dengan keputusan Moody’s tersebut karena Moody’s tidak memahami perkembangan positif yang telah dilakukan bank mereka. ”Kami memang melihat adanya penarikan dukungan secara signifikan kepada sektor perbankan dari Pemerintah Inggris. Hal itu dilakukan agar perbankan dapat kembali ke kekuatan perbankan sendiri,” demikian pernyataan dari RBS.
Selain bank Inggris, pada hari yang sama Moody’s juga menurunkan peringkat 9 bank Portugal. Sementara lembaga pemeringkat Standard and Poor’s menurunkan peringkat bank patungan Perancis, Belgia Dexia.
Hari Minggu mendatang, para pemimpin Eropa akan bertemu kembali untuk membahas soal perekonomian kawasan.