Tenis

Nadal Jumpa Fish di Semifinal Jepang Terbuka

Kompas.com - 08/10/2011, 05:33 WIB

tokyo, jumat - Petenis Spanyol yang diunggulkan di tempat pertama, Rafael Nadal, lolos ke semifinal turnamen tenis Jepang Terbuka. Juara bertahan itu menundukkan Santiago Giraldo (Kolombia) 7-6 (6), 6-3, pada pertandingan babak perempat final, Jumat (7/10).

Di pertandingan semifinal, Nadal akan berjumpa dengan petenis unggulan keempat, Mardy Fish (AS). Fish mengantongi tiket ke semifinal setelah mengalahkan Bernard Tomic (Australia) 6-7 (5), 6-4, 6-1.

Meskipun akhirnya unggul dalam pertandingan yang berlangsung dua jam lebih itu, Nadal justru menerima banyak tekanan dari lawannya. Giraldo berhasil memaksakan tie-break pada set pertama. Pada set kedua, giliran Nadal yang balik menekan Giraldo, meski petenis peringkat 53 itu masih bisa keluar dari ketertinggalan.

”Pertandingan set pertama sungguh berat. Tadinya saya pikir dapat bermain lebih santai di set kedua. Giraldo merupakan lawan yang tangguh. Ia bisa membuat pukulan mematikan dari posisi mana pun,” kata Nadal.

Menurut Nadal, untuk menghadapi Fish, ia harus bermain lebih menyerang dengan mengandalkan pukulan forehand. Nadal mengakui, selama pertandingan melawan Giraldo, ia merasa kurang pas dalam memosisikan diri karena terlalu dekat dengan baseline.

Senada dengan Nadal, Fish mengatakan, pertandingan melawan Tomic sebagai pertandingan yang menguras keringat. ”Tomic adalah pemain muda dan cara bermainnya sungguh tidak biasa. Dia tidak bertanding seperti pemain normal, tetapi dia akan menjadi petenis hebat ke depan,” kata petenis berusia 29 tahun itu.

Unggulan kedua Andy Murray (Inggris) juga lolos ke semifinal. Murray mengalahkan David Nalbandian (Argentina) 6-4, 7-5. Murray akan menghadapi unggulan ketiga David Ferrer (Spanyol) yang sebelumnya menundukkan unggulan ketujuh Radek Stepanek (Ceko) 6-2, 7-6 (3).

China terbuka

Sementara itu, juara bertahan Caroline Wozniacki mengalami kekalahan yang memalukan dari petenis Italia Flavia Pennetta 3-6, 6-0, 7-6, di babak perempat final turnamen China Terbuka, Jumat. Petenis putri nomor satu dunia itu bertekuk lutut karena tak mampu membendung pukulan-pukulan tinggi Pennetta.

”Saya tahu pertandingan ini akan sulit. Saya sudah melakukan yang terbaik, kesempatan baik sudah datang, tetapi saya sia- siakan,” ujar Wozniacki. Wozniacki merupakan satu-satunya petenis peringkat 10 besar dunia yang masih bertahan setelah petenis top lainnya tersingkir satu demi satu.

Di sektor putra, petenis unggulan pertama dari Perancis Jo-Wilfried Tsonga akan menghadapi petenis Ceko Tomas Berdych di babak semifinal, Sabtu ini. ”Pertandingan besok akan berlangsung seru. Kami akan bermain habis-habisan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk jadi pemenang,” kata Tsonga.

Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, terpaksa tersingkir dari turnamen akibat cedera punggung. (AP/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau