Ford Boyong 8 Model Baru ke Indonesia

Kompas.com - 11/10/2011, 15:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ford tak mau jadi "pengembira" di pasar mobil Indonesia dan berambisi menaikkan volume penjualan. Untuk itu, PT Ford Motor Indonesia (FMI) menjalankan strategi jangka pendek dengan meluncurkan 8 model global (termasuk kawasan ASEAN) sampai 2016 mendatang. Rencana ini dibocorkan oleh Bagus Susanto dalam acara media gathering Ford di Jakarta, Selasa (11/10).

Managing Director FMI itu memaparkan kepada kompas.com,  tahun depan,  dua model global pertama (All New Ranger dan All New Focus) terlebih dulu dipasarkan di Indonesia. Yang lainnya, tambahnya, menyusul di periode selanjutnya. Bos baru Ford Indonesia ini memastikan, kedelapan model yang disiapkan benar-benar baru bukan sekedar facelift.

"Kami menerapkan strategi 'One Ford' untuk Indonesia. Maksudnya memasarkan  produk global Ford di sini. Contohnya Fiesta, mobil yang dipasarkan di Indonesia sama dengan produk yang ada di Eropa dengan teknologi dan kehandalan serupa," jelas Bagus di Jakarta, Selasa (11/10).

Untuk menopang strategi ini, menurut Bagus, Ford Motor Co. merealisasikan investasi baru senilai 450 juta dollar AS, Juni lalu guna membangun pabrik baru berkapasitas 150.000 unit per tahun di Rayong, Thailand. Termasuk menopang produksi ke-8 model baru yang disiapkan untuk ASEAN. Produk perdana yang diproduksi adalah All New Focus mulai tahun depan.

Sayang, Bagus masih belum mau menjelaskan lebih lanjut apa saja model yang disiapkan Ford. Tapi melihat potensi pasar yang ada, hatchback Figo yang laris di India menjadi salah satu kandidat kuat produk global Ford lainnya.

Investasi Dealer
Selain menyebutkan rencana pemasaran model baru, Ford Indonesia juga terus menambah jaringan penjualan dan layanan purna jual di seluruh Indonesia. Sampai akhir tahun, jumlah dealer Ford di Indonesia diharapkan mencapai 40 lokasi dari sebelumnya hanya 34. Untuk menambah 6 outlet baru, FMI diperkirakan butuh dana Rp500 miliar yang diperoleh dari mitra perusahaan.

"Dua sudah resmi, masing-masing di Cirebon dan Manokwari, sisa empat lainnya yang rencananya dibuka ada di Kudus, Batam, Tegal dan Tangerang. Rata-rata dana yang dibutuhkan untuk satu dealer sekitar Rp30-50 miliar," tutup Bagus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau