Portugal Harus Jalani Babak "Play Off"

Kompas.com - 13/10/2011, 03:29 WIB

London, Rabu - Pendukung Portugal harus menunda mimpi tim nasionalnya melenggang ke putaran final Piala Eropa 2012 di Ukraina dan Polandia. Mereka harus terdepak ke jalur play off setelah dikalahkan tuan rumah Denmark, 1-2, pada laga terakhir penyisihan Grup H, Selasa (11/10).

Denmark akhirnya mendapat tiket langsung setelah memuncaki klasemen Grup H dengan nilai 19 atau terpaut tiga angka dari Portugal.

Selain Portugal, ada tujuh tim lain yang juga harus melalui jalur play off setelah hanya menempati posisi runner-up grup. Ketujuh tim tersebut adalah Kroasia, Irlandia Utara, Ceko, Turki, Bosnia, Estonia, dan Montenegro.

Pengundian calon lawan akan dilakukan Kamis ini. Portugal, Kroasia, Irlandia, dan Ceko masuk daftar unggulan. Dengan demikian, calon lawan mereka adalah Turki, Bosnia, Estonia, dan Montenegro. Babak play off memainkan laga kandang dan tandang.

Sementara itu, sepuluh tim sudah mendapatkan tiket langsung, yakni Spanyol, Jerman, Rusia, Italia, Perancis, Belanda, Yunani, Inggris, Denmark, dan Swedia. Undian pembagian grup untuk putaran final akan digelar di Kiev, 2 Desember 2011.

Langsung mengejutkan

Portugal yang diperkuat pemain termahal, Cristiano Ronaldo, di luar dugaan tak mampu mengatasi Denmark. Kemenangan 3-1 pada pertemuan pertama seperti tak ada artinya.

Denmark, yang berada di posisi underdog, justru tampil luar biasa dan mengejutkan. Mereka langsung menggebrak dan bisa mencetak gol saat pertandingan babak pertama baru berjalan 13 menit lewat gol Michael Krohn-Dehli. Sebelumnya pada menit keempat, gawang Portugal yang dikawal Rui Patricio bergetar, tetapi gol itu dibatalkan wasit Nicola Rizzoli yang menilai terjadi pelanggaran oleh pemain tuan rumah saat menyambut umpan bola mati.

Setelah mendapat satu gol, pemain Denmark mulai menurunkan tempo pertandingan. Portugal berupaya mencari peluang lewat Ronaldo dan Carlos Martins. Namun, kedua peluang mereka selalu dapat dijinakkan penjaga gawang Denmark, Thomas Sorensen.

Pada babak kedua, Denmark kembali mendapat gol pada menit ke-63 lewat aksi striker Nicklas Bendtner yang memanfaatkan umpan tarik Dennis Rommedahl. Sepuluh menit berselang, hampir saja gol ketiga lahir kalau saja Eriksen tidak meleset menembak bola sodoran Krohn-Dehli. Begitu juga dengan sundulan Bendtner yang ditepis Rui Patricio.

Portugal mencetak gol balasan melalui tendangan bebas Ronaldo. Namun, gol itu tercipta saat pertandingan sudah menginjak tambahan waktu sehingga tidak cukup waktu mengatasi ketertinggalan dari Denmark.

Kontras dengan pendukung Portugal yang lunglai, suporter Denmark langsung berpesta. ”Mari kita nikmati kemenangan ini. Secara fakta, kami sudah melangkah ke putaran final dan bisa istirahat dengan tenang,” ujar Pelatih Denmark Morten Olsen.

Olsen mendapat penghargaan dari Federasi Sepak Bola Denmark dengan tawaran perpanjangan kontrak. Padahal, Olsen sudah menangani ”Tim Dinamit” selama 11 tahun. ”Olsen adalah pelatih yang memiliki darah asli Denmark. Dia telah bekerja luar biasa,” kata Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Denmark Jim Stjerne Hansen.

Perancis Selamat

Nasib baik menaungi Perancis. Juara Eropa tahun 2000 ini selamat dari kekalahan sekaligus lolos langsung ke putaran final. Sempat tertinggal 0-1 dari Bosnia, Perancis mampu menyamakan kedudukan 1-1 melalui Samir Nasri.

Hasil imbang ini sudah cukup mengamankan ”Les Bleus” di puncak klasemen dengan nilai 21 atau hanya terpaut satu angka dari Bosnia. ”Ini bukan akhir perjalanan. Kami telah menunjukkan kekuatan kami di Paris. Saya pun masih yakin kami akan lolos meski lewat babak play off,” kata Pelatih Bosnia Safet Susic.

(REUTERS/AFP/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau