SURABAYA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Surabaya sebagai kota pertama di Indonesia yang terjangkit demam berdarah pada 1967 dan hingga saat ini masih belum sepenuhnya bebas dari penyakit ini.
Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan Kota Surabaya guna memberantas demam berdarah, termasuk menggelar Gebyar Siswa Pemantau Jentik (Wamantik) 2011.
Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (15/10/2011) di Taman Flora, Surabaya, diikuti 200 siswa sekolah dasar. Dalam kegiatan itu siswa mengikuti lomba menggambar dengan tema Pemberantasan Sarang Nyamuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Esty Martiana Rachmie menjelaskan, selain Wamantik ada juga Rumantik (Guru Pemantau Jentik). Program Wamantik dan Rumantik diadakan pertama kali pada tahun 2010 dengan jumlah peserta 1.040, sedangkan tahun 2011 pesertanya sebanyak 987. Penularan penyakit demam berdarah bisa juga terjadi di sekolah. Jadi melalui acara ini diharapkan perilaku hidup sehat bisa diterapkan oleh para siswa dan guru.
Para guru juga diharapkan mampu mendidik para siswa untuk hidup sehat. Guru diharapkan bisa menjadi motivator bagi para siswa sehingga pada akhirmya para siswa pun bisa menjadi penyuluh di sekolah dan lingkungan masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, para siswa pemantau jentik akan d iberi kartu setiap Sabtu dan mereka wajib memantau jentik yang mungkin berkembang di rumah masing-masing. Setelah itu mereka akan mengumpulkan kartu tersebut ke para guru setiap Senin. Selain itu, mereka juga diajar untuk mengaplikasikan teori 3M (menguras, menutup, mengubur) dalam kesehariannya.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak masyarakat Surabaya untuk berperang melawan penyakit demam berdarah. Alasannya demam berdarah sangat berbahaya karena dapat menyerang siapa saja. Sekarang menjelang musim hujan, oleh karena itu perkakas yang menampung air hujan selalu dibersihkan dan Surabaya harus bebas demam berdarah, katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang