Perombakan kabinet

PKS: Koalisi atau Oposisi Sama Saja

Kompas.com - 14/10/2011, 16:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta enggan berkomentar mengenai wacana PKS akan keluar dari koalisi jika ada menteri asal PKS yang di-reshuffle oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Anis, sepanjang Presiden SBY belum memberikan kepastian maka reshuffle tersebut hanya sebatas rumor.

"Belum, kita baru membicarakan di sini. Opsi-opsinya masih banyak yang kita pikirkan, dan belum tentu reshuffle jadi kan. Selama belum ada pelantikan, tidak ada reshuffle itu," ujar Anis di sela-sela acara Rapimnas PKS, di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (14/10/2011).

Presiden SBY, pada Kamis (13/10/2011) kemarin, mengundang enam ketua umum partai koalisi, salah satunya Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq, ke kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Pemanggilan para pemimpin partai politik ini terkait dengan rencana Presiden melakukan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II.

Menurut Anis, ia tidak mengetahui secara detail apakah dalam pertemuan tersebut melakukan pembicaraan mengenai adanya kader PKS yang di-reshuffle.

"Sekarang kan semua berandai-andai soal wacana itu. Kalau kata nabi, andai-andai itu jangan bilang kalau itu dari setan. Dan, kita punya dua pengalaman jadi oposisi dan koalisi, dan itu menurut kita relatif sama saja," kata Wakil Ketua DPR ini.

Sebelumnya, Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, PKS belum mengambil sikap mengenai reshuffle lantaran belum ada kepastian dari Presiden. Namun, kata dia, sejumlah pendapat sudah disampaikan kader menyikapi rencana Presiden. Salah satu pendapat itu adalah keluar dari koalisi jika ada satu menteri asal PKS yang di-reshuffle.

"Ada 10 orang, ada 10 pendapat itu biasa saja. Namun, kebijakan politik di PKS itu diambil oleh Majelis Syuro. Terkait penempatan menteri di pemerintahan, terkait posisi koalisi keputusannya di Majelis Syuro," kata Mahfudz.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau