KARANGANYAR, KOMPAS.com — Polisi membuka posko untuk menampung informasi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, menyusul temuan mayat perempuan tanpa kepala dan dua telapak tangan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (14/10/2011). Laporan dari keluarga diharapkan mempermudah penelusuran terhadap pelaku, dan motif pembunuhan, serta mutilasi.
"Kami menunggu laporan keluarga yang kehilangan putrinya dengan ciri-ciri tinggi badan 152 cm, di lengan kiri terdapat bekas imunisasi cacar. Pada saat ditemukan, korban mengenakan baju batik warna merah marun, celana panjang coklat, dan pakaian dalam krem," kata Kepala Polres Karanganyar Ajun Komisaris Besar Edi Suroso.
Mayat ditemukan di tengah Hutan Gunung Mas yang masuk Dusun Tapan, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Mayat tanpa kepala itu ditemukan pukul 07.30 oleh Mino, warga Dusun Margosanten, Desa Sepanjang, yang tengah mencari rumput. Menurut Edi, diduga korban telah dibunuh dan dimutilasi di tempat lain.
Dokter Nina Kurniawati yang memeriksa mayat di lokasi kejadian mengatakan, korban diduga telah meninggal lebih dari 12 jam dan berada di tempat itu lebih dari 4 jam.
Di dada kanan dan lengan kiri korban yang diperkirakan berusia lebih dari 30 tahun itu, terdapat lebam. Pada bagian bawah tubuh lecet-lecet seperti bekas diseret. Tidak banyak bekas darah di lokasi dan tubuh korban, kecuali pada luka di pangkal leher yang dipotong. Itu pun hanya sisa-sisa, kata Nina.
Jenazah kemudian dibawa ke laboratorium forensik RSUD Dr Moewardi, Solo, untuk diotopsi. Hasilnya akan diketahui apakah korban sudah meninggal sebelum dimutilasi atau justru meninggal akibat mutilasi. Dari bekas mutilasi diperkirakan pelaku menggunakan senjata tajam karena terdapat bekas yang tidak rata.
Pelaku tampaknya berupaya menghilangkan jejaknya dan identitas korban untuk mempersulit penyelidikan.
"Untuk itu, kami buka posko di beberapa kelurahan di Kecamatan Tawangmangu untuk menyerap secepat mungkin informasi," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Karanganyar Ajun Komisaris Djoko Satriyo Utomo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang