Jakarta, Kompas -
Saat diperiksa oleh Tim Identifikasi Kepolisian Resor Jakarta Utara, kaki dan tangan mayat perempuan itu diikat dengan tali rafia kemudian disatukan hingga tubuhnya meringkuk. Mayat perempuan itu hanya mengenakan pakaian dalam dan tubuhnya dibelit kain batik. Muka korban juga ditutupi rambutnya yang panjang.
Di perut mayat itu ditemukan pula dua luka tusukan benda tajam di bagian kanan dan kiri. Sebagian ususnya pun terburai keluar dari lubang luka di bagian kanan perut.
Kendati demikian, ceceran darah di kardus tidak ditemukan. Tak juga tercium bau busuk dari kardus tersebut.
Tim identifikasi juga menemukan dua lembar pasfoto berwajah laki-laki berukuran 2 x 3 cm dan 4 x 6 cm di kardus.
Menurut warga setempat, temuan kardus berisi mayat terungkap setelah beberapa warga curiga dengan keberadaan kardus di tepi gang itu.
Salah seorang warga, Leni (38), yang rumahnya tak jauh dari lokasi kardus itu ditemukan, mengaku sempat mendengar suara benda jatuh dan diikuti suara motor yang langsung tancap gas dengan kencang.
”Pertama saya tidak curiga karena sedang ada tamu di rumah,” katanya.
Namun, karena curiga, Leni memeriksa sumber suara tersebut dan menemukan kardus televisi ukuran 21 inci di atas lempengan beton penutup selokan. Leni juga meminta warga lain untuk memeriksa karena dia ragu.
Samsudin, ketua RT setempat, mengatakan, seorang warga kemudian membuka kardus itu dan menemukan sesosok mayat berambut panjang menutupi wajah dan kaki berkulit sawo matang. ”Karena berisi mayat, kami laporkan temuan ini kepada polisi,” katanya.
Setelah diidentifikasi, Samsudin mengaku tak mengenali mayat perempuan tersebut. Menurut dia, warga lain juga tak mengenali mayat itu.
Menurut Samsudin, kejadian itu cukup menggemparkan warga setempat karena lokasi pembuangan mayat tersebut merupakan gang yang ramai dilalui kendaraan. Gang itu menjadi salah satu jalan penghubung dari kawasan Koja ke Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta dan Islamic Center.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Irwan Anwar mengatakan, diperkirakan mayat itu dibuang setelah dibunuh 12 jam sebelumnya. Itu pula sebabnya luka pada mayat tersebut tak mengeluarkan darah.
”Namun, untuk pastinya, tim forensik Polda Metro Jaya yang akan memeriksa lebih lanjut,” katanya.
Hingga saat ini belum diketahui pelaku dan motif pembunuhan tersebut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, mayat dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.