Kriminalitas

Mayat Perempuan dalam Kardus Dibuang di Gang

Kompas.com - 15/10/2011, 03:06 WIB

Jakarta, Kompas - Kardus televisi berisi mayat perempuan berusia sekitar 40 tahun dibuang di pinggir jalan Gang B, RT 7 RW 17, Jalan Kramat Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (14/10). Kardus itu ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 14.30.

Saat diperiksa oleh Tim Identifikasi Kepolisian Resor Jakarta Utara, kaki dan tangan mayat perempuan itu diikat dengan tali rafia kemudian disatukan hingga tubuhnya meringkuk. Mayat perempuan itu hanya mengenakan pakaian dalam dan tubuhnya dibelit kain batik. Muka korban juga ditutupi rambutnya yang panjang.

Di perut mayat itu ditemukan pula dua luka tusukan benda tajam di bagian kanan dan kiri. Sebagian ususnya pun terburai keluar dari lubang luka di bagian kanan perut.

Kendati demikian, ceceran darah di kardus tidak ditemukan. Tak juga tercium bau busuk dari kardus tersebut.

Tim identifikasi juga menemukan dua lembar pasfoto berwajah laki-laki berukuran 2 x 3 cm dan 4 x 6 cm di kardus.

Menurut warga setempat, temuan kardus berisi mayat terungkap setelah beberapa warga curiga dengan keberadaan kardus di tepi gang itu.

Salah seorang warga, Leni (38), yang rumahnya tak jauh dari lokasi kardus itu ditemukan, mengaku sempat mendengar suara benda jatuh dan diikuti suara motor yang langsung tancap gas dengan kencang.

”Pertama saya tidak curiga karena sedang ada tamu di rumah,” katanya.

Namun, karena curiga, Leni memeriksa sumber suara tersebut dan menemukan kardus televisi ukuran 21 inci di atas lempengan beton penutup selokan. Leni juga meminta warga lain untuk memeriksa karena dia ragu.

Samsudin, ketua RT setempat, mengatakan, seorang warga kemudian membuka kardus itu dan menemukan sesosok mayat berambut panjang menutupi wajah dan kaki berkulit sawo matang. ”Karena berisi mayat, kami laporkan temuan ini kepada polisi,” katanya.

Setelah diidentifikasi, Samsudin mengaku tak mengenali mayat perempuan tersebut. Menurut dia, warga lain juga tak mengenali mayat itu.

Menurut Samsudin, kejadian itu cukup menggemparkan warga setempat karena lokasi pembuangan mayat tersebut merupakan gang yang ramai dilalui kendaraan. Gang itu menjadi salah satu jalan penghubung dari kawasan Koja ke Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta dan Islamic Center.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Irwan Anwar mengatakan, diperkirakan mayat itu dibuang setelah dibunuh 12 jam sebelumnya. Itu pula sebabnya luka pada mayat tersebut tak mengeluarkan darah.

”Namun, untuk pastinya, tim forensik Polda Metro Jaya yang akan memeriksa lebih lanjut,” katanya.

Hingga saat ini belum diketahui pelaku dan motif pembunuhan tersebut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, mayat dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. (MDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau