Bulu tangkis

Fauzi Adnan Raih Gelar Kedua di Sirkuit Nasional

Kompas.com - 16/10/2011, 02:24 WIB

Jakarta, kompas - Pebulu tangkis tunggal putra klub Jaya Raya, Suryanaga Fauzi Adnan, tampil sebagai juara di Sirkuit Nasional Regional IX Bali, Sabtu (15/10). Bagi Fauzi, itu adalah gelar keduanya secara beruntun setelah bulan lalu menjadi juara di Sirnas VI Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Di final, Fauzi menghentikan perlawanan pemain klub Pusdiklat Jaya Raya, Adi Pratama, dalam pertandingan dua gim langsung, 21-19, 21-12.

Hasil itu menjadi modal bagus buat Fauzi untuk menghadapi sirnas berikutnya di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan depan.

Namun, persaingan di Makassar bakal lebih keras karena peserta yang ikut di kejuaraan itu lebih berat, termasuk dengan kehadiran pemain-pemain klub PB Djarum yang pada sirnas di Bali mengundurkan diri pascagempa bumi yang terjadi di Bali.

Sementara bagi Adi, hasil di Bali cukup mengejutkan, terutama setelah dia sukses menghentikan perlawanan unggulan dua dari klub SGS PLN Bandung, Senatria, di semifinal.

Gelar juara di tunggal putri akhirnya menjadi milik pebulu tangkis Pusdiklat Jaya Raya, Rizky Amelia Pradipta. Di final, Rizky menang atas pemain klub PB Surya Baja, Silvina Kurniawan, 21-10, 21-12.

Kemenangan Rizky di Bali tidak lepas dari keberuntungan menyusul pengunduran diri empat pemain utama PB Djarum di perempat final. Gelar ini juga menjadi gelar pertama musim ini bagi Rizky di sirnas.

Namun, Rizky gagal menambah satu gelar lagi ketika tampil di nomor ganda putri. Berpasangan dengan Eri Oktaviani, mereka kalah dari duet klub SGS PLN, Devi Tika Permatasari/Kesya Nurvita, 13-21, 13-2.

Di nomor ganda putra, pengunduran diri unggulan utama Rendra Wijaya/Rian Sukmawan dari klub Djarum memberi keuntungan bagi pasangan asal klub PB Tsunami, Dwi Setiawan/Hadi Saputra.

Mereka menjadi juara setelah di final mengalahkan pasangan I Komang Sandi/Moch Andrean dari PB Hiqua dalam pertandingan dua gim langsung, 21-10, 21-10.

Gelar juara di ganda campuran jatuh ke tangan Ardiansyah Putra (PB Ganesha Islamic)/Devi Tika Permatasari (SGS PLN). Mereka menjadi juara tanpa harus mengeluarkan keringat di babak final setelah lawannya, Trikus Harjanto (PB Guna Dharma)/ Keshya Nurvita (SGS PLN), mundur.

Sirnas Makassar

Setelah Sirnas Bali selesai, turnamen langsung berlanjut di Sirnas Makassar. Berdasarkan informasi dari panitia, ada 566 partai akan dimainkan.

Total peserta berjumlah 673 dari 79 klub dari 15 provinsi yang mendaftar. Kejuaraan itu menyediakan hadiah Rp 180 juta untuk kelompok dewasa, Rp 15 juta kelompok taruna, dan Rp 10 juta kelompok remaja.

Ketua panitia, Haruna Hamid, mengatakan, pihaknya akan berupaya keras menyukseskan kejuaraan itu. ”Sukses tidak hanya penyelenggaraannya, tetapi juga sukses menyumbangkan kembali bibit pebulu tangkis potensial seperti pada masa lalu,” katanya.

Perwakilan dari PT Djarum, Yan Haryadi Susanto, menyatakan, ia sangat gembira dan berharap Djarum Sirnas Regional VIII 2011 di Makassar akan sukses.

”Saya berharap Provinsi Sulsel dapat memberikan andil dalam melahirkan kembali atlet yang potensial kelak,” katanya. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau