Jakarta, kompas -
Di final, Fauzi menghentikan perlawanan pemain klub Pusdiklat Jaya Raya, Adi Pratama, dalam pertandingan dua gim langsung, 21-19, 21-12.
Hasil itu menjadi modal bagus buat Fauzi untuk menghadapi sirnas berikutnya di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan depan.
Namun, persaingan di Makassar bakal lebih keras karena peserta yang ikut di kejuaraan itu lebih berat, termasuk dengan kehadiran pemain-pemain klub PB Djarum yang pada sirnas di Bali mengundurkan diri pascagempa bumi yang terjadi di Bali.
Sementara bagi Adi, hasil di Bali cukup mengejutkan, terutama setelah dia sukses menghentikan perlawanan unggulan dua dari klub SGS PLN Bandung, Senatria, di semifinal.
Gelar juara di tunggal putri akhirnya menjadi milik pebulu tangkis Pusdiklat Jaya Raya, Rizky Amelia Pradipta. Di final, Rizky menang atas pemain klub PB Surya Baja, Silvina Kurniawan, 21-10, 21-12.
Kemenangan Rizky di Bali tidak lepas dari keberuntungan menyusul pengunduran diri empat pemain utama PB Djarum di perempat final. Gelar ini juga menjadi gelar pertama musim ini bagi Rizky di sirnas.
Namun, Rizky gagal menambah satu gelar lagi ketika tampil di nomor ganda putri. Berpasangan dengan Eri Oktaviani, mereka kalah dari duet klub SGS PLN, Devi Tika Permatasari/Kesya Nurvita, 13-21, 13-2.
Di nomor ganda putra, pengunduran diri unggulan utama Rendra Wijaya/Rian Sukmawan dari klub Djarum memberi keuntungan bagi pasangan asal klub PB Tsunami, Dwi Setiawan/Hadi Saputra.
Mereka menjadi juara setelah di final mengalahkan pasangan I Komang Sandi/Moch Andrean dari PB Hiqua dalam pertandingan dua gim langsung, 21-10, 21-10.
Gelar juara di ganda campuran jatuh ke tangan Ardiansyah Putra (PB Ganesha Islamic)/Devi Tika Permatasari (SGS PLN). Mereka menjadi juara tanpa harus mengeluarkan keringat di babak final setelah lawannya, Trikus Harjanto (PB Guna Dharma)/ Keshya Nurvita (SGS PLN), mundur.
Setelah Sirnas Bali selesai, turnamen langsung berlanjut di Sirnas Makassar. Berdasarkan informasi dari panitia, ada 566 partai akan dimainkan.
Total peserta berjumlah 673 dari 79 klub dari 15 provinsi yang mendaftar. Kejuaraan itu menyediakan hadiah Rp 180 juta untuk kelompok dewasa, Rp 15 juta kelompok taruna, dan Rp 10 juta kelompok remaja.
Ketua panitia, Haruna Hamid, mengatakan, pihaknya akan berupaya keras menyukseskan kejuaraan itu. ”Sukses tidak hanya penyelenggaraannya, tetapi juga sukses menyumbangkan kembali bibit pebulu tangkis potensial seperti pada masa lalu,” katanya.
Perwakilan dari PT Djarum, Yan Haryadi Susanto, menyatakan, ia sangat gembira dan berharap Djarum Sirnas Regional VIII 2011 di Makassar akan sukses.
”Saya berharap Provinsi Sulsel dapat memberikan andil dalam melahirkan kembali atlet yang potensial kelak,” katanya.